6-Amino-5-bromoquinoxaline adalah senyawa kimia yang termasuk dalam kategori heterociklik, dan digunakan sebagai bahan dasar dalam sintesis senyawa kompleks. Bahan ini memiliki struktur molekul yang unik yang memungkinkan reaksi kimia berbagai jenis, sehingga menjadi pilihan utama dalam penelitian kimia organik. Di laboratorium, senyawa ini sering digunakan sebagai bahan pembangun untuk menghasilkan senyawa dengan aktivitas biologis tertentu, seperti obat atau bahan kimia industri.
Karena struktur kimianya yang stabil dan reaktivitas yang dapat dikontrol, 6-Amino-5-bromoquinoxaline menjadi pilihan yang sangat populer dalam sintesis senyawa heterosiklik. Senyawa ini memiliki kemampuan untuk berpartisipasi dalam berbagai reaksi seperti reaksi nucleofili, elektrofilik, dan reaksi substitusi. Sifat kimia ini menjadikannya sangat relevan dalam penelitian ilmu kimia dan farmasi.
Di Indonesia, senyawa ini digunakan dalam berbagai penelitian ilmiah di laboratorium kimia, farmasi, dan teknologi material. Karena keberagaman aplikasinya, senyawa ini menjadi bahan penting dalam pengembangan senyawa baru yang memiliki potensi aplikasi luas di berbagai bidang ilmu pengetahuan.
- Sintesis senyawa heterosiklik dengan aktivitas biologis
- Pengembangan obat dan bahan farmasi baru
- Penelitian kimia organik untuk aplikasi industri
- Studi struktur molekul dan reaktivitas kimia
- Pengujian katalis dan reaksi kimia dalam kondisi tertentu
| Merek | TCI |
|---|---|
| Nomor CAS | 50358-63-9 |
| Rumus molekul | — |
| Kemurnian | — |
| Kategori | Chemistry > Building Blocks > Heterocyclic Building Blocks |
| Ukuran kemasan | 5g, 25g |
| Bentuk fisik | Padat |
| Penyimpanan | Simpan dalam wadah tertutup, jauh dari cahaya dan kelembapan |
6-Amino-5-bromoquinoxaline harus disimpan dalam wadah tertutup yang kedap udara, jauh dari sumber cahaya dan kelembapan. Penyimpanan di tempat dingin dan kering sangat dianjurkan untuk menjaga stabilitas senyawa. Saat menangani bahan ini, gunakan alat pelindung diri seperti sarung tangan dan masker untuk mencegah kontak langsung. Pastikan area kerja tetap bersih dan terkontrol untuk menghindari risiko kebocoran atau paparan yang tidak terduga.
—


