Acetanilide adalah senyawa kimia yang digunakan secara luas dalam berbagai eksperimen kimia, terutama dalam sintesis senyawa organik. Sebagai salah satu bahan dasar dalam kimia organik, acetanilide sering digunakan sebagai prekursor untuk senyawa lain seperti parasetamol atau asetanilida yang memiliki aplikasi medis dan farmakologis. Dalam laboratorium, bahan ini digunakan untuk menguji reaksi kimia, mempelajari struktur molekuler, serta dalam proses pengembangan senyawa baru.
Acetanilide memiliki sifat kimia yang stabil dan mudah ditemukan dalam berbagai bentuk kemasan, sehingga memudahkan penggunaannya dalam berbagai skala eksperimen. Bahan ini juga memiliki titik leleh yang relatif tinggi, menjadikannya cocok untuk eksperimen yang memerlukan suhu tinggi tanpa mudah menguap. Keberadaannya dalam bentuk padat memudahkan penimbangan dan penggunaan dalam laboratorium.
Dalam konteks laboratorium di Indonesia, acetanilide sering digunakan dalam pendidikan dan penelitian kimia. Bahan ini menjadi bagian dari kurikulum praktikum kimia di berbagai institusi pendidikan tinggi dan sekolah menengah atas. Selain itu, acetanilide juga digunakan dalam penelitian terapan untuk pengembangan produk kimia baru.
Produk TCI terkait
- Sintesis senyawa organik sebagai bahan dasar dalam reaksi kimia kompleks.
- Pengujian reaktivitas senyawa dalam proses substitusi dan reaksi elektrofilik.
- Pembuatan parasetamol sebagai contoh aplikasi farmakologis dalam kimia organik.
- Eksperimen untuk mempelajari struktur molekuler dan sifat kimia senyawa aromatik.
- Penelitian tentang sifat dan reaktivitas senyawa dalam bidang kimia analitik.
| Merek | TCI |
|---|---|
| Nomor CAS | 103-84-4 |
| Rumus molekul | — |
| Kemurnian | — |
| Kategori | Chemistry > Building Blocks > Non-Heterocyclic Building Blocks |
| Ukuran kemasan | 500g |
| Bentuk fisik | Padat |
| Penyimpanan | Simpan dalam wadah tertutup, jauh dari sinar matahari langsung |
Acetanilide harus disimpan dalam wadah tertutup yang rapat, jauh dari paparan udara bebas dan sinar matahari langsung. Bahan ini bersifat kimia stabil, tetapi tetap perlu dihindari kontak langsung dengan kulit atau mata. Dalam laboratorium, penggunaan wadah kaca atau plastik yang tahan terhadap reaksi kimia disarankan. Selalu gunakan alat pelindung diri seperti sarung tangan dan kacamata pelindung saat menangani bahan ini.
- Lewandowski dkk. (1991). Acetanilide 4-hydroxylase and acetanilide 2-hydroxylase activity in hepatic microsomes from induced mice. Toxicology Letters doi:10.1016/0378-4274(91)90137-u
- Wolf (2002). ChemInform Abstract: X‐Ray Investigations of Sulfur‐Containing Fungicides. Part 4. 4′‐{[Benzoyl(4‐chlorophenylhydrazono)methyl]sulfonyl}acetanilide and 4′‐{[Benzoyl(4‐methoxyphenylhydrazono)methyl]sulfonyl}acetanilide.. ChemInform doi:10.1002/chin.200201023
- Zouied dkk. (2018). The para hydroxy acetanilide and acetanilide mixture for the protection from corrosion of alloyed zinc. Anti-Corrosion Methods and Materials doi:10.1108/acmm-02-2017-1754
Referensi dihimpun otomatis dari Crossref dan setiap DOI diverifikasi keberadaannya. AMI Scientific tidak berafiliasi dengan penulis maupun penerbit.







