2-Aminoethanol Hydroiodide adalah senyawa kimia yang digunakan dalam berbagai reaksi sintesis organik. Bahan ini memiliki struktur kimia yang sederhana namun sangat penting dalam pembentukan senyawa kompleks. Sebagai bahan dasar (building block), senyawa ini sering digunakan dalam reaksi substitusi dan reaksi kondensasi. Dalam laboratorium, bahan ini berperan sebagai reaktan utama dalam sintesis senyawa nitrogen yang memiliki berbagai aplikasi industri dan farmasi.
2-Aminoethanol Hydroiodide memiliki sifat kimia yang stabil dalam kondisi tertentu, namun sangat reaktif terhadap berbagai kondisi lingkungan. Senyawa ini memiliki kelarutan yang baik dalam pelarut organik, sehingga mudah digunakan dalam berbagai reaksi kimia. Keunggulan utamanya adalah kemampuannya untuk berpartisipasi dalam berbagai reaksi kimia tanpa mengalami degradasi yang signifikan.
Dalam konteks laboratorium di Indonesia, bahan ini digunakan secara luas dalam penelitian kimia organik, terutama di institusi pendidikan tinggi dan lembaga penelitian. Karena keberagaman aplikasinya, senyawa ini menjadi pilihan utama untuk penelitian yang memerlukan bahan dasar kimia yang mudah tersedia dan memiliki kualitas yang dapat diandalkan.
Produk TCI terkait
- Sintesis senyawa nitrogen dalam reaksi organik untuk pengembangan obat
- Reaksi substitusi untuk pembentukan senyawa heterosiklik
- Pembuatan senyawa intermediet dalam produksi bahan kimia industri
- Penelitian tentang reaktivitas senyawa nitrogen dalam lingkungan kimia
- Pengembangan metode sintesis yang ramah lingkungan dan efisien
| Merek | TCI |
|---|---|
| Nomor CAS | 25418-41-1 |
| Rumus molekul | — |
| Kemurnian | — |
| Kategori | Chemistry > Building Blocks > Non-Heterocyclic Building Blocks |
| Ukuran kemasan | 1g, 5g |
| Bentuk fisik | Padat (serbuk) |
| Penyimpanan | Simpan dalam wadah tertutup rapat dan jauh dari paparan udara |
Bahan ini harus disimpan dalam wadah yang kedap udara dan jauh dari sumber panas serta kelembapan. Penggunaan wadah kaca atau plastik yang tahan terhadap reaksi kimia dianjurkan. Selama penyimpanan, pastikan area laboratorium tetap bersih dan terkontrol. Hindari kontak langsung dengan kulit dan mata, serta gunakan alat pelindung diri yang sesuai.
—




