Alphaxalone, dengan nomor CAS 23930-19-0, adalah senyawa kimia yang digunakan dalam penelitian farmakologis dan biokimia. Produk ini termasuk dalam kategori reagen untuk eksperimen, dan sering digunakan dalam studi tentang efek neurologis dan perilaku. Alphaxalone memiliki sifat sebagai agonis alfa-2 adrenergik, yang membuatnya relevan dalam penelitian tentang sistem saraf pusat dan respons fisiologis terhadap obat. Dalam laboratorium, senyawa ini digunakan untuk menguji mekanisme kerja obat, terutama dalam konteks neurofarmakologi dan pengembangan terapi.
Alphaxalone memiliki karakteristik yang membuatnya diminati dalam penelitian ilmiah. Senyawa ini memiliki stabilitas kimia yang baik dalam kondisi tertentu, serta kemampuan untuk larut dalam pelarut organik seperti etil asetat dan aseton. Karena sifat ini, Alphaxalone mudah digunakan dalam berbagai eksperimen kimia dan biologis. Selain itu, senyawa ini tidak mengandung bahan kimia beracun atau berbahaya dalam jumlah yang signifikan, sehingga relatif aman untuk digunakan dalam lingkungan laboratorium yang terkendali.
Dalam konteks laboratorium di Indonesia, Alphaxalone sering digunakan oleh peneliti di bidang farmakologi, biokimia, dan neurosains. Produk ini menjadi bagian dari penelitian yang bertujuan memahami mekanisme kerja obat dan pengembangan terapi baru. Ketersediaannya di pasar lokal memudahkan peneliti untuk melakukan eksperimen yang membutuhkan bahan aktif seperti ini.
Brosur TCI (PDF)
- Pharmaceutical Ingredients for Research and Experimental Use 2026-03-09 · hal. 25
- Penelitian tentang efek neurologis dan perilaku pada hewan uji
- Pengujian mekanisme kerja obat pada sistem saraf pusat
- Eksperimen farmakologis untuk pengembangan terapi baru
- Studi tentang respons fisiologis terhadap senyawa alfa-2 adrenergik
- Analisis kimia untuk pengujian kualitas dan stabilitas senyawa
| Merek | TCI |
|---|---|
| Nomor CAS | 23930-19-0 |
| Rumus molekul | — |
| Kemurnian | — |
| Kategori | Pharmaceutical Research Reagents |
| Ukuran kemasan | 5mg, 25mg |
| Bentuk fisik | Padat (serbuk) |
| Penyimpanan | Simpan dalam wadah tertutup rapat, jauh dari cahaya dan kelembapan |
Alphaxalone harus disimpan dalam wadah tertutup rapat, di tempat yang sejuk, kering, dan jauh dari cahaya matahari langsung. Wadah yang digunakan sebaiknya terbuat dari bahan tahan korosi seperti plastik atau gelas. Dalam penanganan, pastikan untuk menggunakan alat pelindung diri seperti sarung tangan dan masker respirator untuk menghindari kontak langsung dengan kulit atau inhalasi. Selalu simpan bahan ini di area yang terkunci dan tidak terjangkau oleh anak-anak atau hewan.
- Şen dkk. (2018). General Anesthesia in Geriatric Dogs with Propofol-Isoflurane, PropofolSevoflurane, Alphaxalone-Isoflurane, Alphaxalone-Sevoflurane and Their Comparison of Biochemical, Hemodynamic and Cardiopulmonary Effects. Acta Scientiae Veterinariae doi:10.22456/1679-9216.81800
- Mavromoustakos dkk. (1994). Topography of alphaxalone and Δ16-alphaxalone in membrane bilayers containing cholesterol. Biochimica et Biophysica Acta (BBA) - Biomembranes doi:10.1016/0005-2736(94)90204-6
- Iyer dkk. (2013). GABAA-R α4 Subunits are Required for the Low Dose Locomotor Stimulatory Effect of Alphaxalone, But Not for Several Other Behavioral Responses to Alphaxalone, Etomidate or Propofol. Neurochemical Research doi:10.1007/s11064-013-1148-3
Referensi dihimpun otomatis dari Crossref dan setiap DOI diverifikasi keberadaannya. AMI Scientific tidak berafiliasi dengan penulis maupun penerbit.
Kategori Produk
- Biochemicals and ReagentsPharmaceutical Research Reagents (for Experimental Use)Neurotransmitter Agent Ingredients (for Research and Experimental Use)
- Biochemicals and ReagentsSteroidsPregnanes (Progestogen) [Steroids]
- Cell BiologyCell Signaling and NeuroscienceCytokines, Growth Factors and Hormones
- Pharmaceutical Development and Drug Discovery ResearchPharmaceutical Research Reagents (for Experimental Use)Neurotransmitter Agent Ingredients (for Research and Experimental Use)






