Langsung ke informasi produk
1 dari 1

TCI

CAS 2591-17-5

D-(-)-Luciferin [Chemiluminescence Reagent], CAS 2591-17-5, TCI A5030

D-(-)-Luciferin [Chemiluminescence Reagent], CAS 2591-17-5, TCI A5030

Identitas Kimia

No. CAS
2591-17-5
PubChem
CID 92934·SID 87561286
Rumus molekul
C11H8N2O3S2
Berat molekul
280.3 g/mol
Kemurnian
>98.0%(HPLC)
Basis data rujukan
ChEBI·ChemSpider·ECHA·Wikipedia
Identifier lengkap (IUPAC, SMILES, InChIKey)
IUPAC
(4S)-2-(6-hydroxy-1,3-benzothiazol-2-yl)-4,5-dihydro-1,3-thiazole-4-carboxylic acid
SMILES
C1[C@@H](N=C(S1)C2=NC3=C(S2)C=C(C=C3)O)C(=O)O
InChIKey
BJGNCJDXODQBOB-SSDOTTSWSA-N
Harga reguler Rp 3.683.400,00
Harga reguler Rp 2.591.400,00 Harga obral Rp 3.683.400,00
Obral Habis
Biaya pengiriman dihitung saat checkout.
Berat
Jumlah
Pembayaran hanya melalui request quotation dan dilakukan setelah tim kami menghubungi Anda. Mohon cantumkan nomor WhatsApp aktif untuk konfirmasi pesanan & pembuatan invoice. Estimasi pengiriman 2-4 minggu setelah pembayaran.

Dokumen Keamanan & Mutu

CoA (Certificate of Analysis)

Spesifik per batch produksi — diterbitkan dan dikirim bersama barang sesuai nomor lot yang Anda terima.

Contoh CoA segera tersedia.

💬 Minta CoA via WhatsApp

Lihat detail lengkap

D-(-)-Luciferin adalah senyawa kimia yang digunakan sebagai reagen dalam reaksi kimiluminesensi, sebuah metode analisis yang mengandalkan emisi cahaya yang terjadi akibat reaksi kimia. Bahan ini sering digunakan dalam laboratorium untuk deteksi dan analisis senyawa biologis, terutama dalam penelitian terkait enzim dan substrat. Dalam proses kimiluminesensi, D-(-)-Luciferin berperan sebagai substrat yang bereaksi dengan enzim luciferase, menghasilkan cahaya yang dapat diukur secara kuantitatif. Bahan ini sangat penting dalam berbagai aplikasi seperti analisis protein, deteksi mikroorganisme, dan penelitian biomedis.

D-(-)-Luciferin memiliki sifat kimia yang stabil dalam kondisi tertentu, tetapi sangat sensitif terhadap oksidasi dan cahaya. Karena sifat ini, bahan ini harus disimpan dengan hati-hati untuk menjaga kualitas dan keakuratan hasil eksperimen. Ketersediaan dalam bentuk padat dan kemampuannya untuk bereaksi secara efisien dengan enzim membuatnya menjadi pilihan yang ideal untuk berbagai eksperimen di laboratorium.

Di laboratorium Indonesia, D-(-)-Luciferin digunakan secara luas dalam penelitian biomedis, lingkungan, dan industri farmasi. Bahan ini mendukung pengembangan teknik analisis yang lebih akurat dan efisien, membantu ilmuwan dalam memperoleh data yang dapat diandalkan. Karena keandalannya, bahan ini menjadi bagian penting dari alat dan bahan laboratorium yang digunakan oleh berbagai institusi penelitian di Indonesia.

Kelebihan (brosur TCI)

  • Bereaksi dengan ATP dengan adanya luciferase dan ion magnesium menghasilkan oksiluciferin
  • Memancarkan cahaya pada 562 nm

Brosur TCI (PDF)

  • Reaksi kimiluminesensi untuk deteksi enzim luciferase dalam analisis biokimia.
  • Analisis kuantitatif protein dan substrat enzim dalam penelitian biomedis.
  • Pengujian mikroorganisme dalam laboratorium lingkungan dan sanitasi.
  • Penelitian tentang mekanisme reaksi biokimia dalam bidang farmakologi.
  • Pengembangan teknik deteksi senyawa organik dalam bidang kimia analitik.

Dari brosur TCI

  • Deteksi jejak ATP
  • Pengukuran aktivitas nukleotida fosfatase dan lainnya

Merek TCI
Nomor CAS 2591-17-5
Rumus molekul —
Kemurnian —
Kategori Life Science > Biochemicals and Reagents > Enzymes, Enzyme Inhibitors, Enzyme Substrates
Ukuran kemasan 10mg, 50mg
Bentuk fisik Padat
Penyimpanan Simpan dalam wadah tertutup rapat, jauh dari cahaya dan oksidator.

Data dari brosur TCI

Emission wavelength562 nm

Sumber: TCI brochure L3036 (2025-01-23)

D-(-)-Luciferin harus disimpan dalam wadah yang kedap udara dan terlindungi dari cahaya matahari langsung untuk mencegah degradasi. Simpan di suhu kamar dan hindari paparan udara bebas. Saat mengambil bahan ini, pastikan tangan dan wadah yang digunakan bersih dan bebas kontaminasi. Gunakan alat pelindung diri seperti sarung tangan dan kacamata pelindung untuk mencegah kontak langsung dengan kulit atau mata. Pastikan proses penanganan dilakukan dalam ruang laboratorium yang terkontrol dan aman.

—