MTT Formazan adalah bahan kimia yang digunakan secara luas dalam berbagai eksperimen laboratorium, terutama dalam bidang biokimia dan biologi molekuler. Bahan ini memiliki kemampuan untuk bereaksi dengan sitokrom c reduksi dalam sel, sehingga membentuk kompleks berwarna ungu yang dapat dideteksi secara visual maupun menggunakan alat spektrofotometer. Fungsi utama dari MTT Formazan adalah sebagai indikator untuk mengukur viabilitas sel, terutama dalam uji toksisitas dan pertumbuhan sel.
MTT Formazan memiliki sifat kimia yang stabil dalam kondisi tertentu, sehingga memudahkan penggunaan dalam berbagai jenis eksperimen. Bahan ini memiliki daya larut dalam pelarut organik seperti DMSO dan dimethylformamide, yang memudahkan proses penggunaan dan pemrosesan dalam laboratorium. Keberadaan MTT Formazan dalam bentuk padat juga memungkinkan penyimpanan yang lebih aman dibandingkan bentuk cair.
Dalam konteks laboratorium di Indonesia, MTT Formazan sering digunakan oleh peneliti di bidang biomedis, farmasi, dan bioteknologi. Bahan ini menjadi alat penting dalam penelitian sel, terutama untuk mengukur respons sel terhadap berbagai perlakuan eksperimental. Karena kehandalannya dalam proses deteksi, MTT Formazan menjadi pilihan utama di berbagai institusi penelitian dan universitas di Indonesia.
- Uji viabilitas sel untuk mengevaluasi efek toksisitas obat
- Analisis pertumbuhan sel dalam eksperimen kultur sel
- Penelitian biokimia untuk mengukur aktivitas enzim tertentu
- Pengujian efektivitas senyawa dalam bidang farmakologi
- Eksperimen bioteknologi untuk mengamati respons sel terhadap perlakuan kimia
| Merek | TCI |
|---|---|
| Nomor CAS | 23305-68-2 |
| Rumus molekul | — |
| Kemurnian | — |
| Kategori | Chemistry > Building Blocks > Non-Heterocyclic Building Blocks |
| Ukuran kemasan | 100mg |
| Bentuk fisik | Padat |
| Penyimpanan | Simpan dalam wadah tertutup dan jauh dari cahaya langsung |
MTT Formazan harus disimpan dalam wadah tertutup rapat dan jauh dari paparan cahaya langsung untuk mencegah degradasi. Bahan ini sebaiknya disimpan dalam suhu kamar dan terhindar dari kelembapan berlebihan. Saat mengambil dan menggunakan, pastikan untuk menggunakan alat pelindung diri seperti sarung tangan dan masker. Karena sifat kimianya, MTT Formazan harus dihindari kontak langsung dengan kulit dan mata.
- Liu dkk. (1997). Cytotoxic Amyloid Peptides Inhibit Cellular 3‐(4,5‐Dimethylthiazol‐2‐yl)‐2,5‐Diphenyltetrazolium Bromide (MTT) Reduction by Enhancing MTT Formazan Exocytosis. Journal of Neurochemistry doi:10.1046/j.1471-4159.1997.69062285.x
- Bernas dkk. (2004). Backscattered light confocal imaging of intracellular MTT‐formazan crystals. Microscopy Research and Technique doi:10.1002/jemt.20070
- Abe dkk. (1998). Amyloid β protein inhibits cellular MTT reduction not by suppression of mitochondrial succinate dehydrogenase but by acceleration of MTT formazan exocytosis in cultured rat cortical astrocytes. Neuroscience Research doi:10.1016/s0168-0102(98)00055-8
Referensi dihimpun otomatis dari Crossref dan setiap DOI diverifikasi keberadaannya. AMI Scientific tidak berafiliasi dengan penulis maupun penerbit.


