Formazan adalah senyawa kimia yang sering digunakan dalam berbagai eksperimen laboratorium, terutama dalam bidang kimia dan biologi. Bahan ini memiliki sifat warna yang berubah sesuai dengan kondisi lingkungan, sehingga menjadi alat yang sangat berguna dalam proses identifikasi atau analisis. Dalam konteks laboratorium, Formazan digunakan sebagai bahan pewarna atau reagen yang membantu dalam deteksi konsentrasi ion tertentu atau sebagai indikator dalam reaksi kimia. Formazan memiliki sifat kimia yang stabil dalam kondisi tertentu, namun sangat sensitif terhadap perubahan pH dan suhu. Sifat ini membuatnya sangat cocok untuk digunakan dalam berbagai aplikasi yang membutuhkan reaksi kimia yang terukur. Selain itu, bahan ini juga memiliki daya tahan yang baik terhadap kelembapan, sehingga memudahkan penyimpanan dan penggunaan dalam jangka waktu yang lebih lama. Di laboratorium Indonesia, Formazan sering digunakan dalam eksperimen kimia dan biokimia. Bahan ini sangat relevan untuk keperluan pendidikan dan penelitian, terutama di institusi penelitian dan universitas. Karena sifatnya yang mudah digunakan dan hasilnya yang dapat diandalkan, Formazan menjadi pilihan yang populer di berbagai bidang ilmu pengetahuan.
- Dalam analisis kualitatif untuk mengidentifikasi ion logam berat dalam larutan
- Sebagai indikator dalam reaksi redoks untuk menunjukkan perubahan kimia
- Dalam eksperimen biokimia untuk deteksi enzim atau substrat tertentu
- Sebagai bahan pewarna dalam proses penelitian material organik
- Dalam uji konsentrasi ion dalam larutan untuk keperluan penelitian kimia
| Merek | TCI |
|---|---|
| Nomor CAS | 7781-49-9 |
| Rumus molekul | — |
| Kemurnian | — |
| Kategori | Kimia > Pewarna dan Dye (untuk Penelitian dan Eksperimen) |
| Ukuran kemasan | 100mg, 1g |
| Bentuk fisik | Serbuk kristal |
| Penyimpanan | Simpan dalam wadah tertutup rapat dan jauh dari cahaya langsung |
Formazan harus disimpan dalam wadah tertutup rapat dan jauh dari paparan cahaya langsung untuk mencegah perubahan sifat kimia. Bahan ini sebaiknya disimpan dalam suhu ruangan yang stabil dan kering. Selama penanganan, pengguna harus memakai sarung tangan dan masker untuk menghindari kontak langsung dengan kulit atau mata. Karena sifatnya yang sensitif, Formazan harus ditangani dengan hati-hati dan dihindari dari paparan berlebihan.
- Johnson dkk. (1993). A Comparison of INT-Formazan Methods for Determining Bacterial Activity in Stream Ecosystems. Journal of the North American Benthological Society doi:10.2307/1467346
Referensi dihimpun otomatis dari Crossref dan setiap DOI diverifikasi keberadaannya. AMI Scientific tidak berafiliasi dengan penulis maupun penerbit.


