Bromotrichloromethane (BCM), dengan nomor CAS 75-62-7, adalah senyawa kimia yang sering digunakan dalam berbagai reaksi sintetik di laboratorium. Senyawa ini memiliki struktur molekul yang terdiri dari satu atom brom dan tiga atom klor pada molekul metana. BCM berperan sebagai reaktan dalam reaksi substitusi halogen, terutama dalam pembentukan ikatan C-X (halogen) yang penting dalam sintesis senyawa organik. Dalam laboratorium, BCM sering digunakan sebagai bahan baku untuk menghasilkan senyawa-senyawa kompleks yang memiliki aplikasi dalam farmasi, industri kimia, dan penelitian material.
Bromotrichloromethane memiliki sifat kimia yang stabil, namun sangat reaktif terhadap reaksi substitusi halogen. Senyawa ini memiliki titik didih yang cukup tinggi, sehingga memudahkan proses pemanasan dalam reaksi kimia. Karena sifatnya yang reaktif dan kemampuannya untuk berpartisipasi dalam berbagai reaksi kimia, BCM menjadi pilihan yang tepat dalam berbagai aplikasi laboratorium. Selain itu, BCM juga memiliki daya larut yang baik dalam pelarut organik, sehingga memudahkan dalam proses pencampuran dan reaksi kimia.
Dalam konteks pemakaian di laboratorium Indonesia, Bromotrichloromethane digunakan secara luas dalam penelitian kimia murni dan terapan. Banyak institusi penelitian dan universitas menggunakan BCM sebagai bahan baku dalam sintesis senyawa organik, terutama dalam bidang farmasi dan kimia organik. Karena kehandalannya dalam berbagai reaksi kimia, BCM menjadi salah satu senyawa yang sering dicari oleh para peneliti dan praktisi laboratorium di Indonesia.
Brosur TCI (PDF)
- Halogenation Reagents 2026-04-03 · hal. 6
- Sintesis senyawa organik kompleks dalam bidang farmasi
- Reaksi substitusi halogen untuk menghasilkan senyawa baru
- Pembuatan bahan baku untuk senyawa aromatik dan heterosiklik
- Penelitian tentang reaktivitas senyawa halogen
- Pengujian katalis dan mekanisme reaksi kimia
| Merek | TCI |
|---|---|
| Nomor CAS | 75-62-7 |
| Rumus molekul | — |
| Kemurnian | — |
| Kategori | Chemistry > Synthetic Reagents > C-X(Halogen) Bond Formation |
| Ukuran kemasan | 25g |
| Bentuk fisik | Cairan |
| Penyimpanan | Simpan dalam wadah tertutup, jauh dari paparan cahaya dan panas |
Bromotrichloromethane harus disimpan dalam wadah tertutup yang tidak terpapar cahaya matahari langsung dan dalam suhu ruangan yang stabil. Wadah yang digunakan sebaiknya terbuat dari bahan tahan kimia seperti plastik atau kaca. Saat mengambil atau menangani BCM, penting untuk mengenakan alat pelindung diri seperti sarung tangan dan masker respirator. Senyawa ini bersifat reaktif dan berpotensi berbahaya jika terkena kulit atau inhalasi, sehingga perlindungan yang tepat sangat dianjurkan dalam proses penanganan di laboratorium.
- Martínez-Baños dkk. (2015). Vapour–liquid equilibrium at T=308.15K for binary systems: Dibromomethane+n-heptane, bromotrichloromethane+n-heptane, bromotrichloromethane+dibromomethane, bromotrichloromethane+bromochloromethane and dibromomethane+bromochloromethane. Experimental data and modelling. Fluid Phase Equilibria doi:10.1016/j.fluid.2015.03.023
- Martínez-Baños dkk. (2013). Excess Molar Volumes and Speed of Sound in Bromotrichloromethane + n-Heptane, Dibromomethane + n-Heptane, Bromotrichloromethane + Dibromomethane, and Bromotrichloromethane + Bromochloromethane at Temperatures from (293.15 to 313.15) K. Journal of Chemical & Engineering Data doi:10.1021/je300775u
- Cros (2010). Bromotrichloromethane. Synlett doi:10.1055/s-0030-1258020
Referensi dihimpun otomatis dari Crossref dan setiap DOI diverifikasi keberadaannya. AMI Scientific tidak berafiliasi dengan penulis maupun penerbit.



