Bianthrone adalah senyawa kimia yang digunakan dalam berbagai reaksi kimia untuk sintesis senyawa kompleks. Sebagai building block, Bianthrone berperan sebagai bahan dasar dalam pembuatan senyawa heterosiklik dan non-heterosiklik. Senyawa ini sering digunakan dalam penelitian kimia organik untuk membangun struktur molekul yang lebih kompleks. Dalam laboratorium, Bianthrone menjadi alat penting dalam proses sintesis dan karakterisasi senyawa kimia.
Bianthrone memiliki sifat kimia yang stabil dan reaktivitas yang dapat dikontrol, sehingga memungkinkan reaksi kimia yang presisi. Senyawa ini juga memiliki kemampuan untuk berikatan dengan berbagai gugus fungsi, menjadikannya fleksibel dalam berbagai aplikasi. Karena sifatnya yang tidak mudah terurai, Bianthrone cocok untuk penggunaan dalam kondisi laboratorium yang memerlukan ketahanan tinggi.
Dalam konteks laboratorium Indonesia, Bianthrone digunakan oleh peneliti kimia untuk pengembangan senyawa baru dan studi struktur molekul. Bahan ini sangat relevan dalam penelitian di bidang farmasi, material, dan kimia analitik. Ketersediaannya di pasar lokal memudahkan para peneliti dalam memenuhi kebutuhan eksperimen mereka.
Produk TCI terkait
- Sintesis senyawa heterosiklik untuk pengembangan obat baru
- Reaksi kimia organik untuk pembentukan struktur kompleks
- Penelitian material dengan sifat khas tertentu
- Analisis kimia untuk identifikasi senyawa dalam sampel
- Pengembangan senyawa dengan aktivitas biologis tertentu
| Merek | TCI |
|---|---|
| Nomor CAS | 434-85-5 |
| Rumus molekul | — |
| Kemurnian | — |
| Kategori | Chemistry > Building Blocks > Non-Heterocyclic Building Blocks |
| Ukuran kemasan | 100mg, 1g, 5g |
| Bentuk fisik | Padat |
| Penyimpanan | Simpan dalam wadah kedap udara dan jauh dari paparan cahaya |
Bianthrone harus disimpan dalam wadah yang kedap udara dan tidak terpapar cahaya langsung untuk menjaga stabilitasnya. Penyimpanan pada suhu kamar yang sejuk dan kering sangat disarankan. Dalam penggunaan, pastikan wadah tertutup rapat dan hindari kontak langsung dengan kulit atau mata. Selalu gunakan alat pelindung diri seperti sarung tangan dan kacamata pelindung untuk meminimalkan risiko paparan.
- Sibanda dkk. (1990). Ochnabianthrone: A trans-9,9′-bianthrone from Ochna pulchra. Phytochemistry doi:10.1016/0031-9422(90)85383-q
- Mori dkk. (2001). Effect of magnetic field on growth of bianthrone thin films. Thin Solid Films doi:10.1016/s0040-6090(01)01060-4
- Abdou dkk. (1994). Photochemical reactions of bianthrone and related substances. Tetrahedron doi:10.1016/s0040-4020(01)87036-8
Referensi dihimpun otomatis dari Crossref dan setiap DOI diverifikasi keberadaannya. AMI Scientific tidak berafiliasi dengan penulis maupun penerbit.


