3-Methyl-2-butenyl Benzoate adalah senyawa kimia yang digunakan dalam berbagai reaksi kimia untuk sintesis senyawa kompleks. Bahan ini sering digunakan sebagai bahan baku dalam pembuatan senyawa aromatik dan turunannya. Dalam laboratorium, senyawa ini berperan sebagai komponen penting dalam reaksi esterifikasi dan reaksi substitusi.
Karakteristik utama dari 3-Methyl-2-butenyl Benzoate adalah struktur molekulnya yang kompleks dan kelarutannya yang baik dalam pelarut organik. Sifat ini membuatnya mudah digunakan dalam berbagai reaksi kimia yang memerlukan reaktivitas tinggi. Selain itu, senyawa ini memiliki stabilitas kimia yang baik, sehingga cocok untuk digunakan dalam berbagai kondisi laboratorium.
Di laboratorium Indonesia, 3-Methyl-2-butenyl Benzoate sering digunakan dalam penelitian kimia organik, terutama dalam bidang sintesis senyawa baru. Bahan ini juga menjadi pilihan utama untuk penelitian yang memerlukan reaktivitas tinggi dan kestabilan kimia.
Produk TCI terkait
- 3-Butenyl Acetate, CAS 1576-84-7, TCI B1737
- 3-Methyl-2-butenyl Acetate, CAS 1191-16-8, TCI A1148
- Methyl 3,4,5-Tris(benzyloxy)benzoate, CAS 70424-94-1, TCI T1870
- Methyl 3-(Bromomethyl)benzoate, CAS 1129-28-8, TCI B2224
- Methyl 4-(Bromomethyl)benzoate, CAS 2417-72-3, TCI B2053
- Allyl Benzoate, CAS 583-04-0, TCI B2041
- Sintesis senyawa aromatik kompleks dengan struktur yang unik
- Reaksi esterifikasi untuk pembuatan senyawa ester
- Penelitian kimia organik dalam bidang farmasi dan bahan kimia
- Pengembangan senyawa baru dalam bidang material dan industri
- Reaksi substitusi untuk modifikasi struktur molekul
| Merek | TCI |
|---|---|
| Nomor CAS | 5205-11-8 |
| Rumus molekul | — |
| Kemurnian | — |
| Kategori | Chemistry > Building Blocks > Non-Heterocyclic Building Blocks |
| Ukuran kemasan | 25g |
| Bentuk fisik | Padat berbentuk serbuk |
| Penyimpanan | Simpan dalam wadah tertutup rapat di tempat sejuk dan kering |
3-Methyl-2-butenyl Benzoate harus disimpan dalam wadah tertutup rapat di tempat sejuk dan kering untuk mencegah penguapan dan kontaminasi. Bahan ini bersifat mudah terbakar, sehingga harus dihindari dari sumber panas dan api. Penggunaan harus dilakukan dalam ruang laboratorium yang terkontrol, dengan alat pelindung diri seperti sarung tangan dan masker.
—








