Benzofuran-2-carboxylic Acid adalah senyawa kimia yang digunakan dalam berbagai reaksi sintetik di laboratorium. Sebagai salah satu senyawa heterosiklik, senyawa ini sering digunakan sebagai bahan dasar dalam pembuatan senyawa kompleks dengan struktur ring aromatik. Dalam dunia penelitian kimia, senyawa ini berperan sebagai bahan pembangun yang sangat penting untuk menghasilkan senyawa dengan aktivitas biologis tertentu.
Benzofuran-2-carboxylic Acid memiliki struktur molekuler yang stabil dan reaktivitas yang baik terhadap berbagai reaksi kimia. Senyawa ini memiliki kelarutan yang cukup baik dalam pelarut organik, sehingga memudahkan proses pemrosesan dan pemanfaatan dalam reaksi kimia. Sifat kimia dan fisiknya membuatnya menjadi pilihan yang tepat untuk berbagai aplikasi dalam laboratorium.
Di laboratorium Indonesia, senyawa ini digunakan secara luas dalam penelitian kimia organik, terutama dalam pengembangan senyawa farmakologis dan bahan kimia industri. Ketersediaannya di pasar lokal melalui AMI Scientific memudahkan para peneliti untuk memperoleh bahan ini dengan mudah dan cepat.
- Sebagai bahan dasar dalam sintesis senyawa heterosiklik yang memiliki aktivitas farmakologis
- Digunakan dalam reaksi substitusi untuk menghasilkan senyawa dengan struktur kompleks
- Berperan dalam pengembangan senyawa antijamur dan antiviral
- Dapat digunakan dalam penelitian tentang senyawa dengan aktivitas antioksidan
- Cocok untuk aplikasi dalam penelitian bahan kimia industri dan bahan baku farmasi
| Merek | TCI |
|---|---|
| Nomor CAS | 496-41-3 |
| Rumus molekul | — |
| Kemurnian | — |
| Kategori | Chemistry > Building Blocks > Heterocyclic Building Blocks |
| Ukuran kemasan | 1g, 5g |
| Bentuk fisik | Padat berbentuk kristal |
| Penyimpanan | Simpan dalam wadah tertutup rapat di tempat sejuk dan kering |
Benzofuran-2-carboxylic Acid harus disimpan dalam wadah tertutup rapat di tempat sejuk dan kering untuk mencegah kelembapan dan kontaminasi. Bahan ini bersifat kimia yang stabil, namun tetap perlu dihindari paparan langsung sinar matahari atau panas berlebihan. Dalam penanganan, gunakan alat pelindung diri seperti sarung tangan dan masker untuk menghindari kontak langsung dengan kulit atau mata.
—




