1-Bromo-2-butyne adalah senyawa kimia yang digunakan sebagai bahan dasar dalam sintesis senyawa organik kompleks. Senyawa ini termasuk dalam kategori building blocks, yang merupakan komponen penting dalam reaksi kimia untuk membangun struktur molekuler yang lebih besar. Dalam laboratorium, senyawa ini sering digunakan sebagai prekursor untuk senyawa heterosiklik dan non-heterosiklik, serta dalam reaksi substitusi dan reaksi coupling.
1-Bromo-2-butyne memiliki struktur triple bond yang membuatnya sangat reaktif dan mudah berpartisipasi dalam berbagai jenis reaksi kimia. Karakteristik ini menjadikannya pilihan utama dalam sintesis senyawa dengan struktur kompleks. Selain itu, senyawa ini memiliki sifat stabil dalam kondisi tertentu, sehingga memudahkan proses penyimpanan dan penggunaan di laboratorium.
Dalam konteks laboratorium Indonesia, 1-Bromo-2-butyne sering digunakan dalam penelitian kimia organik, terutama di institusi pendidikan tinggi dan lembaga riset. Senyawa ini menjadi bagian dari alat dan bahan yang mendukung pengembangan ilmu kimia dan inovasi teknologi di berbagai bidang.
- Sintesis senyawa heterosiklik untuk pengembangan obat dan bahan kimia farmasi
- Reaksi coupling dalam pembuatan senyawa kompleks dengan struktur tertentu
- Pengujian reaktivitas senyawa organik dalam penelitian kimia murni
- Pembuatan senyawa intermediet untuk aplikasi industri kimia
- Pengembangan bahan baru dalam bidang material dan polimer
| Merek | TCI |
|---|---|
| Nomor CAS | 3355-28-0 |
| Rumus molekul | — |
| Kemurnian | — |
| Kategori | Chemistry > Building Blocks > Non-Heterocyclic Building Blocks |
| Ukuran kemasan | 1g, 5g |
| Bentuk fisik | Padat berbentuk kristal |
| Penyimpanan | Simpan dalam wadah tertutup dan jauh dari paparan cahaya langsung |
1-Bromo-2-butyne harus disimpan dalam wadah tertutup rapat dan jauh dari sumber cahaya langsung untuk mencegah degradasi. Wadah yang digunakan harus terbuat dari bahan tahan korosi, seperti plastik atau gelas. Selama penanganan, harus menggunakan alat pelindung diri seperti sarung tangan dan masker untuk menghindari kontak langsung dengan kulit atau pernapasan. Bahan ini juga perlu dihindari dari kontak dengan air atau bahan kimia lain yang bersifat reaktif.
—


