2-(Bromoacetyl)-6-methoxynaphthalene adalah senyawa kimia yang digunakan sebagai bahan dasar dalam sintesis senyawa kompleks. Bahan ini memiliki struktur naphthalene yang diperlakukan dengan gugus bromoacetyl dan metoksi, sehingga memberikan sifat reaktif yang tinggi. Senyawa ini sering digunakan dalam reaksi kimia organik untuk membangun struktur molekul yang lebih kompleks. Dalam laboratorium, senyawa ini berperan sebagai bahan bantu utama dalam penelitian kimia organik dan sintesis senyawa baru.
Senyawa ini memiliki sifat kimia yang stabil dalam kondisi tertentu, tetapi sangat reaktif terhadap berbagai kondisi kimia seperti suhu tinggi atau reaktan lain. Struktur molekulnya memungkinkan reaksi substitusi dan reaksi tambahan yang sangat penting dalam sintesis senyawa heterosiklik. Karena sifat reaktif dan struktur yang spesifik, senyawa ini dipilih sebagai bahan baku dalam berbagai eksperimen kimia.
Dalam konteks laboratorium di Indonesia, senyawa ini digunakan dalam berbagai penelitian kimia organik, terutama di institusi pendidikan tinggi dan lembaga penelitian. Bahan ini sangat relevan untuk kebutuhan penelitian yang berkembang di bidang kimia dan teknologi material.
Produk TCI terkait
- Sintesis senyawa heterosiklik untuk pengembangan obat dan bahan kimia
- Reaksi substitusi pada struktur naphthalene untuk memperoleh senyawa dengan sifat tertentu
- Pembuatan bahan kimia intermediet dalam produksi senyawa organik kompleks
- Penelitian tentang reaktivitas senyawa aromatik dalam kondisi tertentu
- Pengembangan bahan baru untuk aplikasi dalam bidang material dan farmasi
| Merek | TCI |
|---|---|
| Nomor CAS | 10262-65-4 |
| Rumus molekul | — |
| Kemurnian | — |
| Kategori | Chemistry > Building Blocks > Non-Heterocyclic Building Blocks |
| Ukuran kemasan | 1g, 5g |
| Bentuk fisik | Padat |
| Penyimpanan | Simpan dalam wadah tertutup, jauh dari cahaya dan suhu tinggi |
Senyawa ini harus disimpan dalam wadah tertutup rapat, jauh dari paparan cahaya dan suhu tinggi. Karena sifat reaktifnya, senyawa ini sebaiknya disimpan dalam lingkungan yang kering dan tidak terkontaminasi. Dalam penanganan, gunakan alat pelindung diri seperti sarung tangan dan masker untuk mencegah kontak langsung. Pastikan area penyimpanan terkunci dan hanya diakses oleh personel yang terlatih.
—




