5-Bromoisatoic Anhydride adalah senyawa kimia yang digunakan dalam berbagai reaksi organik, terutama dalam sintesis senyawa heterosiklik. Bahan ini memiliki struktur anhidrida isosianat yang memungkinkan reaksi dengan berbagai nucleofils seperti amina, alkohol, atau air. Dalam laboratorium, senyawa ini sering digunakan sebagai bahan baku untuk membangun struktur kompleks yang membutuhkan reaktivitas tinggi. Dengan sifat kimia yang spesifik, senyawa ini menjadi pilihan utama dalam penelitian kimia organik.
5-Bromoisatoic Anhydride memiliki sifat kimia yang stabil dalam kondisi tertentu, namun sangat reaktif terhadap air dan bahan kimia polar lainnya. Karakteristik ini membuatnya sangat cocok untuk reaksi yang memerlukan pengendalian tingkat reaktivitas. Selain itu, senyawa ini memiliki titik leleh dan titik didih yang relatif tinggi, sehingga memudahkan dalam proses pemisahan dan penguapan.
Di laboratorium Indonesia, senyawa ini digunakan secara luas dalam penelitian kimia organik, terutama di institusi pendidikan tinggi dan lembaga penelitian. Bahan ini menjadi bagian dari bahan baku yang diperlukan untuk pengembangan senyawa baru, baik untuk keperluan farmasi maupun industri kimia. Ketersediaannya di pasar lokal menjadikannya pilihan yang praktis bagi para peneliti.
Produk TCI terkait
- Sintesis senyawa heterosiklik untuk pengembangan obat baru
- Reaksi penggantian dalam sintesis senyawa aromatik
- Pembuatan bahan baku untuk produksi bahan kimia industri
- Penelitian tentang reaktivitas senyawa anhidrida isosianat
- Pengujian katalis dalam reaksi kimia organik
| Merek | TCI |
|---|---|
| Nomor CAS | 4692-98-2 |
| Rumus molekul | — |
| Kemurnian | — |
| Kategori | Chemistry > Building Blocks > Heterocyclic Building Blocks |
| Ukuran kemasan | 5g |
| Bentuk fisik | Padat |
| Penyimpanan | Simpan dalam wadah tertutup rapat di tempat sejuk dan kering |
5-Bromoisatoic Anhydride harus disimpan dalam wadah tertutup rapat di tempat sejuk dan kering, menjauh dari air dan bahan kimia polar. Senyawa ini sangat reaktif terhadap kelembapan, sehingga perlu dihindari kontak langsung dengan udara lembap. Pemakaian harus dilakukan di bawah pengawasan laboratorium, dengan menggunakan alat pelindung diri seperti sarung tangan dan masker. Penyimpanan yang tepat memastikan kestabilan senyawa dan keselamatan dalam penggunaan.
—








