TCI T0131 Tetraiodo-2-sulfobenzoic Anhydride adalah anhidrida siklik dari asam 2-sulfobenzoat yang cincin aromatiknya membawa empat atom iodin. Gugus karboksilat dan sulfonat dalam molekul ini membentuk cincin heterosiklik yang mengandung belerang dan oksigen, sehingga senyawa ini termasuk building block heterosiklik. Di laboratorium, senyawa ini terutama dipakai sebagai zat antara reaktif untuk sintesis pewarna golongan sulfonftalein dan turunan aromatik terhalogenasi. Anhidridanya mudah bereaksi dengan fenol atau nukleofil lain di bawah kondisi yang sesuai.
Senyawa ini dipilih karena menggabungkan dua sifat penting: reaktivitas anhidrida siklik dan muatan iodin yang berat pada cincin aromatik. Reaktivitas anhidrida memungkinkan kondensasi dengan senyawa fenolik membentuk kerangka sulfonftalein, kerangka dasar banyak indikator pH. Empat atom iodin memengaruhi warna, kepadatan elektron, dan sifat fisik produk akhir. Atom iodin juga dapat dimanfaatkan sebagai titik modifikasi lanjutan melalui reaksi kopling. Karena merupakan anhidrida, senyawa ini peka terhadap air dan dapat terhidrolisis bila tidak disimpan dengan baik.
Bagi laboratorium kimia organik sintetik di Indonesia, senyawa ini berguna untuk penelitian pengembangan pewarna, indikator, dan senyawa aromatik terhalogenasi. Mahasiswa pascasarjana dan peneliti yang mempelajari hubungan struktur dan warna pada indikator asam-basa dapat memakainya untuk membuat analog baru. Kemasan 1g cocok untuk percobaan awal, sementara 25g mendukung sintesis berulang atau skala lebih besar.
Produk TCI terkait
- Tetrabromo-o-sulfobenzoic Anhydride, CAS 68460-01-5, TCI T0048
- 2-Sulfobenzoic Anhydride, CAS 81-08-3, TCI S0124
- 5-Bromoisatoic Anhydride, CAS 4692-98-2, TCI B3659
- 4-Chloroisatoic Anhydride, CAS 40928-13-0, TCI C2790
- 5-Chloroisatoic Anhydride, CAS 4743-17-3, TCI C2743
- 3-Sulfobenzoic Acid Monosodium Salt, CAS 17625-03-5, TCI S0126
- Sintesis pewarna sulfonftalein: anhidrida ini dapat dikondensasikan dengan senyawa fenolik untuk menghasilkan kerangka sulfonftalein terhalogenasi yang berguna sebagai pewarna atau indikator.
- Pengembangan indikator pH baru: substitusi iodin memengaruhi warna dan rentang perubahan, sehingga peneliti dapat mempelajari pengaruh halogen terhadap perilaku indikator asam-basa.
- Zat antara reaksi asilasi dan sulfonilasi: cincin anhidrida yang reaktif mudah dibuka oleh nukleofil seperti alkohol dan amina untuk menghasilkan turunan ester atau amida.
- Bahan awal reaksi kopling: atom iodin pada cincin aromatik dapat menjadi gugus pergi dalam reaksi kopling berkatalis logam untuk membangun molekul yang lebih kompleks.
- Studi senyawa aromatik terhalogenasi berat: kandungan iodin yang tinggi menjadikannya bahan menarik untuk kajian sifat fisik, spektroskopi, dan kristalografi senyawa poliiodo.
| Merek | TCI |
|---|---|
| Nomor CAS | 1745-83-1 |
| Rumus molekul | — |
| Kemurnian | — |
| Kategori | Chemistry > Building Blocks > Heterocyclic Building Blocks |
| Ukuran kemasan | 1g, 25g |
| Bentuk fisik | padatan (serbuk atau kristal) |
| Penyimpanan | peka terhadap kelembapan; simpan tertutup rapat di tempat kering, sebaiknya terlindung dari cahaya |
Senyawa ini peka terhadap kelembapan, jadi simpan dalam wadah asli yang tertutup rapat di dalam desikator atau lemari kering, jauh dari sumber air dan cahaya langsung. Senyawa beriodin sebaiknya dilindungi dari cahaya agar tidak terurai perlahan. Buka wadah hanya sebentar saat penimbangan, dan pakai spatula serta peralatan kaca yang kering. Gunakan sarung tangan, kacamata pengaman, dan jas laboratorium, lalu tangani di lemari asam karena anhidrida dapat mengiritasi kulit, mata, dan saluran pernapasan. Hindari kontak dengan basa kuat, alkohol, dan amina di luar reaksi yang direncanakan.
—








