4-Bromo-2-tert-butylphenol adalah senyawa kimia yang digunakan sebagai bahan dasar dalam sintesis senyawa organik kompleks. Bahan ini sering ditemukan dalam berbagai reaksi kimia yang memerlukan substitusi brom pada struktur fenol. Dalam laboratorium, senyawa ini berperan sebagai bahan baku yang sangat penting untuk pengembangan senyawa baru, termasuk dalam bidang farmasi dan material kimia. Karena sifatnya yang reaktif, senyawa ini sering digunakan dalam reaksi substitusi elektrofilik dan reaksi oksidasi.
Senyawa ini memiliki struktur fenol dengan substituen brom dan tert-butyl yang memberikan sifat kimia yang unik. Kehadiran grup brom memperkuat reaktivitas senyawa ini terhadap berbagai reaksi kimia, sementara grup tert-butyl memberikan stabilitas terhadap reaksi degradasi. Sifat ini menjadikannya pilihan yang tepat untuk aplikasi di laboratorium yang memerlukan senyawa dengan reaktivitas tinggi dan kemampuan untuk berpartisipasi dalam berbagai reaksi kimia.
Dalam konteks laboratorium di Indonesia, senyawa ini digunakan oleh peneliti dan industri untuk pengembangan produk kimia, termasuk dalam penelitian farmakologi dan sintesis senyawa aktif biologis. Bahan ini juga relevan dalam pendidikan kimia tingkat tinggi, di mana para mahasiswa mempelajari mekanisme reaksi dan sifat senyawa organik.
Produk TCI terkait
- Sintesis senyawa organik kompleks yang memerlukan substitusi brom
- Pengembangan produk farmasi dan bahan kimia industri
- Penelitian tentang reaktivitas senyawa fenolik
- Pengujian katalis dan mekanisme reaksi kimia
- Pemrosesan bahan baku untuk produksi senyawa aktif biologis
| Merek | TCI |
|---|---|
| Nomor CAS | 10323-39-4 |
| Rumus molekul | — |
| Kemurnian | — |
| Kategori | Chemistry > Building Blocks > Non-Heterocyclic Building Blocks |
| Ukuran kemasan | 1g, 5g |
| Bentuk fisik | Padat berbentuk serbuk |
| Penyimpanan | Simpan dalam wadah tertutup rapat dan jauh dari paparan udara |
4-Bromo-2-tert-butylphenol harus disimpan dalam wadah kaca atau plastik yang kedap udara dan jauh dari sumber cahaya langsung. Senyawa ini bersifat reaktif dan dapat bereaksi dengan bahan kimia lainnya, sehingga perlu dihindari kontak dengan air atau bahan korosif. Dalam laboratorium, senyawa ini harus ditangani dengan sarung tangan dan alat pelindung lainnya untuk meminimalkan risiko paparan.
—


