Betaxolol Hidroklorida adalah senyawa kimia yang digunakan dalam penelitian farmakologis dan farmasi. Sebagai bahan aktif dalam obat glaukoma, senyawa ini berperan dalam mengurangi tekanan intraokular melalui mekanisme penghambatan beta-adrenergik pada jaringan mata. Dalam laboratorium, Betaxolol Hidroklorida sering digunakan sebagai bahan baku untuk pengembangan obat, uji klinis, dan penelitian tentang efek farmakologis pada sistem saraf. Karena sifatnya yang spesifik dan kestabilan kimia, senyawa ini menjadi pilihan utama dalam berbagai eksperimen ilmiah.
Betaxolol Hidroklorida memiliki sifat kimia yang stabil dan daya larut yang baik dalam pelarut organik. Karena kemurniannya yang tinggi dan konsistensi spesifik, senyawa ini sangat cocok untuk aplikasi laboratorium yang membutuhkan presisi dan akurasi. Selain itu, senyawa ini memiliki struktur molekuler yang jelas, sehingga memudahkan analisis kimia dan identifikasi. Ketersediaan dalam berbagai varian kemasan juga memudahkan penggunaan dalam berbagai skala eksperimen.
Di laboratorium Indonesia, Betaxolol Hidroklorida digunakan dalam berbagai penelitian farmasi dan farmakologi. Bahan ini sering ditemukan dalam laboratorium riset kesehatan, universitas, dan industri farmasi. Karena kebutuhan akan bahan baku berkualitas tinggi, senyawa ini menjadi pilihan utama dalam penelitian yang memerlukan standar internasional.
Brosur TCI (PDF)
- Pharmaceutical Ingredients for Research and Experimental Use 2026-03-09 · hal. 20
- Reagents for Biological Research 2025-03-11 · hal. 45
- Penelitian pengembangan obat untuk glaukoma karena efek farmakologisnya yang spesifik
- Uji klinis untuk mengevaluasi efektivitas dan keamanan senyawa pada sistem saraf
- Analisis kimia untuk identifikasi dan karakterisasi senyawa dalam sampel biologis
- Pengembangan formulasi obat yang memerlukan presisi dan konsistensi kimia
- Eksperimen farmakologis untuk mengevaluasi mekanisme aksi dan respons biologis
| Merek | TCI |
|---|---|
| Nomor CAS | 63659-19-8 |
| Rumus molekul | — |
| Kemurnian | — |
| Kategori | Pharmaceutical Research Reagents (for Experimental Use) |
| Ukuran kemasan | 50mg, 250mg |
| Bentuk fisik | Serbuk kristalin |
| Penyimpanan | Simpan dalam wadah tertutup rapat, jauh dari cahaya dan kelembapan |
Betaxolol Hidroklorida harus disimpan dalam wadah tertutup rapat, jauh dari cahaya matahari langsung dan kelembapan. Penyimpanan dalam suhu kamar yang stabil sangat disarankan. Karena sifatnya yang kimia, bahan ini harus dihindari dari kontak langsung dengan bahan kimia berbahaya atau bahan yang tidak kompatibel. Selama penyimpanan, pastikan bahwa wadah tetap kering dan tidak terbuka untuk mencegah kontaminasi atau kehilangan konsistensi.
- (2021). Formulation and evaluation of sustained release ocular inserts of betaxolol hydrochloride using arabinoxylan from Plantago ovata. Pakistan Journal of Pharmaceutical Sciences doi:10.36721/pjps.2021.34.3.sup.1069-1074.1
- Xu dkk. (2013). Characterization and Synthesis of a Betaxolol Hydrochloride Intermediate. Advanced Materials Research doi:10.4028/www.scientific.net/amr.652-654.770
- Katz (2006). β1-Adrenergic Receptor Polymorphisms and Clinical Efficacy of Betaxolol Hydrochloride in Normal Volunteers. Yearbook of Ophthalmology doi:10.1016/s0084-392x(08)70270-3
Referensi dihimpun otomatis dari Crossref dan setiap DOI diverifikasi keberadaannya. AMI Scientific tidak berafiliasi dengan penulis maupun penerbit.
Kategori Produk
- Biochemicals and ReagentsPharmaceutical Research Reagents (for Experimental Use)Antihypertensive Ingredients (for Research and Experimental Use)
- Biochemicals and Reagents
- Pharmaceutical Development and Drug Discovery ResearchPharmaceutical Research Reagents (for Experimental Use)Antihypertensive Ingredients (for Research and Experimental Use)








