TCI B6330 99257-95-1 1H-Benzimidazol-3-ium Trifluoromethanesulfonate adalah senyawa kimia yang digunakan dalam berbagai eksperimen kimia dan biokimia di laboratorium. Senyawa ini termasuk dalam kategori kimia biologi dan kimia asam nukleat, sehingga sering digunakan dalam penelitian yang berkaitan dengan modifikasi DNA atau RNA. Dalam praktik laboratorium, senyawa ini berperan sebagai salah satu bahan baku untuk sintesis senyawa kompleks yang memiliki aktivitas biologis tertentu.
Karakteristik utama dari senyawa ini adalah kestabilannya dalam kondisi tertentu dan kemampuannya untuk bereaksi dengan berbagai reaktan kimia. Senyawa ini memiliki struktur kimia yang kompleks, yang memungkinkannya berperan dalam reaksi kimia yang memerlukan spesifisitas tinggi. Karena sifat kimianya yang unik, senyawa ini dipilih untuk aplikasi yang membutuhkan presisi dan kontrol tinggi dalam proses sintesis.
Di laboratorium Indonesia, senyawa ini sering digunakan dalam penelitian kimia biologi dan bioteknologi. Karena kebutuhan akan bahan baku yang berkualitas tinggi dan spesifik, senyawa ini menjadi pilihan utama para peneliti yang bekerja di bidang kimia dan biologi molekuler.
- Digunakan dalam sintesis senyawa organik yang memiliki aktivitas biologis
- Cocok untuk reaksi kimia yang memerlukan spesifisitas tinggi dalam struktur molekul
- Berguna dalam modifikasi asam nukleat untuk penelitian bioteknologi
- Dapat digunakan dalam pengembangan obat baru melalui sintesis senyawa aktif
- Memiliki potensi dalam penelitian tentang interaksi molekul biologis
| Merek | TCI |
|---|---|
| Nomor CAS | 99257-95-1 |
| Rumus molekul | — |
| Kemurnian | — |
| Kategori | Chemistry > Chemical Biology > Nucleic Acid Chemistry |
| Ukuran kemasan | 1g, 10g |
| Bentuk fisik | Padat |
| Penyimpanan | Simpan dalam wadah tertutup dan jauh dari paparan cahaya langsung |
Senyawa ini harus disimpan dalam wadah yang kedap udara dan jauh dari paparan cahaya langsung untuk menjaga kualitasnya. Penyimpanan di suhu kamar yang stabil disarankan. Dalam penggunaan, pastikan untuk menggunakan alat pelindung diri seperti sarung tangan dan masker. Hindari kontak langsung dengan kulit dan mata, serta pastikan ventilasi cukup baik di area kerja.
—
