Langsung ke informasi produk
1 dari 1

TCI

CAS 3017266-45-1

3-[4-(Bromomethyl)phenyl]-6-methyl-1,2,4,5-tetrazine TCI B6382

3-[4-(Bromomethyl)phenyl]-6-methyl-1,2,4,5-tetrazine TCI B6382
Harga reguler Rp 7.712.250,00
Harga reguler Harga obral Rp 7.712.250,00
Obral Habis
Biaya pengiriman dihitung saat checkout.
Berat
Jumlah
Pembayaran hanya melalui request quotation dan dilakukan setelah tim kami menghubungi Anda. Mohon cantumkan nomor WhatsApp aktif untuk konfirmasi pesanan & pembuatan invoice. Estimasi pengiriman 4-5 minggu setelah pembayaran.

Dokumen Keamanan & Mutu

CoA (Certificate of Analysis)

Spesifik per batch produksi — diterbitkan dan dikirim bersama barang sesuai nomor lot yang Anda terima.

Contoh CoA segera tersedia.

💬 Minta CoA via WhatsApp

Lihat detail lengkap

3-[4-(Bromomethyl)phenyl]-6-methyl-1,2,4,5-tetrazine adalah reagen tetrazin bifungsional yang memadukan inti 1,2,4,5-tetrazin dengan cincin fenil pembawa gugus bromometil. Tetrazin dikenal sebagai kelompok senyawa yang menjadi tulang punggung kimia bioortogonal, yaitu reaksi yang dapat berlangsung di dalam sistem biologis tanpa mengganggu proses kehidupan di sekitarnya. Di laboratorium, senyawa ini dipakai untuk menempelkan gugus tetrazin ke molekul lain melalui reaksi alkilasi sederhana, sehingga molekul tersebut memperoleh kemampuan bereaksi secara selektif dengan pasangan bioortogonalnya.

Karakteristik yang membuat reagen ini sangat bernilai adalah laju reaksi sikloadisi Diels-Alder permintaan elektron terbalik antara tetrazin dan dienofil tegang seperti trans-siklookten, yang termasuk salah satu yang tercepat dalam kimia bioortogonal. Reaksi ini berlangsung tanpa katalis logam, tidak menghasilkan produk samping selain gas nitrogen, dan berjalan baik dalam media berair pada kondisi fisiologis. Substituen metil pada posisi 6 memberikan keseimbangan antara kestabilan tetrazin dan reaktivitasnya, sedangkan gugus bromometil benzilik menyediakan titik sambung yang mudah bereaksi dengan nukleofil seperti amina, tiol, atau karboksilat.

Laboratorium biologi kimia, pencitraan molekuler, dan pengembangan konjugat obat di Indonesia mulai memanfaatkan pereaksi bioortogonal seperti ini untuk penelitian pelabelan biomolekul. Kelompok riset yang bekerja pada probe pencitraan dan sistem penghantaran obat terarah menjadi pengguna potensial utamanya. Kemasan 200 mg dan 1 g sesuai untuk kebutuhan riset skala kecil hingga menengah, mengingat reaksi bioortogonal umumnya memerlukan jumlah reagen yang sedikit.

  • Pelabelan bioortogonal biomolekul, karena inti tetrazin bereaksi sangat cepat dengan trans-siklookten tanpa katalis logam sehingga aman diterapkan pada sistem sel hidup.
  • Sintesis probe pencitraan molekuler, sebab gugus bromometil memungkinkan penempelan tetrazin pada pewarna fluoresen atau pelacak sebelum reaksi klik dilakukan di dalam sel.
  • Pengembangan konjugat obat dan sistem penghantaran terarah, mengingat pasangan reaksi tetrazin memungkinkan penyatuan dua komponen secara selektif di lokasi target yang dikehendaki.
  • Reagen alkilasi untuk fungsionalisasi polimer dan permukaan, karena gugus benzil bromida mudah bereaksi dengan amina atau tiol pada material pendukung berbagai jenis.
  • Studi kinetika reaksi klik bebas logam, sebab tetrazin tersubstitusi metil merupakan model yang baik untuk mengukur pengaruh substituen terhadap laju sikloadisi.

Merek TCI
Nomor CAS 3017266-45-1
Rumus molekul —
Kemurnian —
Kategori Chemistry > Building Blocks > Heterocyclic Building Blocks
Ukuran kemasan 200 mg dan 1 g
Bentuk fisik padatan berwarna merah muda hingga merah, khas senyawa tetrazin
Penyimpanan simpan dingin, kering, dan terlindung dari cahaya

Senyawa tetrazin peka terhadap cahaya dan dapat terurai perlahan bila dibiarkan terpapar, sehingga wadah sebaiknya disimpan dalam kondisi dingin, kering, dan terlindung cahaya, misalnya dalam botol gelap atau dibungkus aluminium foil di dalam lemari pendingin laboratorium. Gugus bromometil benzilik bersifat alkilasi dan berpotensi menyebabkan iritasi kuat pada mata, kulit, dan saluran pernapasan, sehingga seluruh penanganan wajib dilakukan di dalam lemari asam dengan sarung tangan nitril, kacamata pengaman, dan jas laboratorium. Hindari kontak dengan amina, basa kuat, dan uap air. Buang sisa bahan sebagai limbah organik terhalogenasi sesuai prosedur laboratorium.

  • Montiel (2015). Crystal Structure and Hirshfeld Surface Analysis of 1,2-Bis((2-(Bromomethyl)Phenyl)Thio)Ethane and Two Polymorphs of 1,2-Bis((2-((Pyridin-2-ylthio)Methyl)Phenyl)Thio)Ethane. Modern Chemistry and Applications doi:10.4172/2329-6798.1000154
  • Lee dkk. (2016). Benzylic Brominations with N-Bromosuccinimide in 1,2-Dichlorobenzene: Effective Preparation of (2-Bromomethyl-phenyl)-Methoxyiminoacetic Acid Methyl Ester. Clean Technology doi:10.7464/ksct.2016.22.4.269
  • Cheechana dkk. (2026). [(Bromomethyl)phenyl]methyl-Conjugated Chalcone Derivatives as Potential Lung Cancer Inhibitors: Structure Modification, Molecular Docking, Molecular Dynamics and In Vitro Validation. International Journal of Molecular Sciences doi:10.3390/ijms27146104

Referensi dihimpun otomatis dari Crossref dan setiap DOI diverifikasi keberadaannya. AMI Scientific tidak berafiliasi dengan penulis maupun penerbit.