N-Carbobenzoxy-DL-tryptophan adalah senyawa kimia yang digunakan dalam berbagai eksperimen kimia dan biokimia, terutama dalam penelitian tentang peptida dan protein. Senyawa ini sering ditemukan dalam proses sintesis peptida, karena memiliki struktur yang memungkinkan ikatan peptida terbentuk dengan efisiensi tinggi. Dalam laboratorium, senyawa ini digunakan untuk membangun molekul kompleks yang berperan dalam penelitian obat, bioteknologi, dan analisis biokimia.
N-Carbobenzoxy-DL-tryptophan memiliki sifat kimia yang stabil dan reaktivitas yang baik, sehingga cocok untuk berbagai reaksi kimia. Struktur molekulnya juga memungkinkan senyawa ini berinteraksi dengan enzim dan protein secara spesifik, menjadikannya bahan yang sangat diminati dalam penelitian biokimia. Karena sifatnya yang khas, senyawa ini sering dipilih sebagai bahan baku dalam sintesis senyawa aktif biologis.
Di laboratorium Indonesia, N-Carbobenzoxy-DL-tryptophan digunakan dalam penelitian kimia dan biokimia, terutama di institusi pendidikan tinggi dan lembaga penelitian. Senyawa ini menjadi bagian dari eksperimen yang melibatkan sintesis peptida dan analisis struktur molekul.
- Sintesis peptida untuk pengembangan obat dan biomedis karena kemampuannya dalam membentuk ikatan peptida
- Analisis struktur molekul protein untuk memahami interaksi biologis dan fungsi enzim
- Penelitian tentang mekanisme aktivitas biologis senyawa aktif dalam lingkungan biologis
- Pengembangan bahan kimia untuk aplikasi di bidang farmasi dan bioteknologi
- Eksperimen kimia untuk mempelajari reaktivitas dan stabilitas senyawa organik
| Merek | TCI |
|---|---|
| Nomor CAS | 13058-16-7 |
| Rumus molekul | — |
| Kemurnian | — |
| Kategori | Chemistry > Chemical Biology > Peptide Chemistry |
| Ukuran kemasan | 1g, 5g |
| Bentuk fisik | Serbuk kristalin |
| Penyimpanan | Simpan dalam wadah tertutup, jauh dari cahaya dan kelembapan |
N-Carbobenzoxy-DL-tryptophan harus disimpan dalam wadah tertutup rapat, jauh dari sumber cahaya dan kelembapan. Wadah yang sesuai adalah wadah kaca atau plastik yang tahan terhadap reaksi kimia. Dalam penanganan, harus menggunakan alat pelindung diri seperti sarung tangan dan masker untuk menghindari kontak langsung dengan kulit atau mata. Senyawa ini tidak beracun, tetapi perlu dihindari konsumsi atau inhalasi.
—
