2,2-Dimethylcyclopropyl Cyanide adalah senyawa kimia yang digunakan dalam berbagai reaksi organik untuk membangun struktur molekul kompleks. Bahan ini sering diaplikasikan sebagai bahan baku dalam sintesis senyawa heterosiklik atau senyawa dengan struktur siklik. Sebagai salah satu komponen dalam kategori Building Blocks, senyawa ini memiliki peran penting dalam penelitian kimia organik dan pengembangan senyawa baru.
Senyawa ini memiliki struktur kimia yang unik dengan gugus sianida yang dapat berpartisipasi dalam berbagai reaksi kimia seperti reaksi nucleofilik atau elektrofilik. Sifat reaktivitasnya membuatnya menjadi pilihan yang ideal dalam laboratorium yang membutuhkan senyawa dengan kemampuan untuk berinteraksi dengan berbagai reaktan. Karena sifat kimianya yang stabil dalam kondisi tertentu, senyawa ini juga mudah diatur dan digunakan dalam berbagai skala eksperimen.
Di laboratorium Indonesia, senyawa ini sering digunakan oleh peneliti kimia dalam penelitian terapan dan pendidikan. Bahan ini menjadi bagian dari peralatan kimia yang mendukung pengembangan ilmu pengetahuan dan inovasi teknologi di bidang kimia. Ketersediaannya di pasar lokal memudahkan para ilmuwan untuk melakukan eksperimen yang membutuhkan senyawa ini.
- Sintesis senyawa heterosiklik yang membutuhkan bahan baku dengan struktur siklik
- Pengembangan senyawa baru dalam bidang farmasi dan material
- Eksperimen kimia organik untuk studi reaktivitas dan mekanisme reaksi
- Penelitian tentang struktur dan sifat senyawa kompleks dalam bidang kimia analitik
- Penggunaan dalam proses modifikasi molekul untuk aplikasi industri
| Merek | TCI |
|---|---|
| Nomor CAS | 5722-11-2 |
| Rumus molekul | — |
| Kemurnian | — |
| Kategori | Chemistry > Building Blocks > Non-Heterocyclic Building Blocks |
| Ukuran kemasan | 1g, 5g |
| Bentuk fisik | Cairan |
| Penyimpanan | Simpan dalam wadah tertutup rapat di tempat sejuk dan kering |
Senyawa ini harus disimpan dalam wadah tertutup rapat di tempat sejuk dan kering, menjauh dari sumber panas dan sinar matahari langsung. Karena sifat kimianya yang reaktif, penggunaan harus dilakukan dengan perlengkapan pelindung seperti sarung tangan dan masker. Di laboratorium, senyawa ini harus dikelola dengan hati-hati dan hanya digunakan sesuai dengan protokol keselamatan yang berlaku.
—
