5-(4-Carboxyphenyl)-10,15,20-triphenylporphyrin adalah senyawa porfirin sintetis yang membawa tiga gugus fenil dan satu gugus 4-karboksifenil pada posisi meso cincin makrosikliknya. Porfirin merupakan kelas senyawa makrosiklik yang menjadi inti dari molekul alami penting seperti hemoglobin dan klorofil, sehingga turunan sintetisnya banyak dipakai di laboratorium sebagai model sistem biologis sekaligus sebagai bahan fungsional. Di laboratorium, senyawa ini berperan sebagai fotosensitizer, ligan pembangun kerangka logam-organik, dan bahan pewarna penyerap cahaya dalam penelitian konversi energi.
Karakteristik yang membuat senyawa ini dipilih adalah sistem elektron terkonjugasi luas pada cincin makrosikliknya, yang menghasilkan serapan cahaya tampak sangat kuat pada daerah Soret serta beberapa pita Q yang khas. Sifat ini membuatnya sangat efisien memanen cahaya dan mampu menghasilkan keadaan tereksitasi berumur panjang yang dapat memindahkan energi ke molekul oksigen. Keberadaan satu gugus asam karboksilat, bukan empat, merupakan keunggulan rancangan tersendiri: molekul memiliki satu titik sambung tunggal untuk menempel pada permukaan semikonduktor, nanopartikel, atau biomolekul, sehingga orientasi dan kerapatan lapisan yang terbentuk lebih terkendali. Rongga di pusat cincin juga dapat diisi ion logam untuk menghasilkan metaloporfirin dengan sifat katalitik dan fotofisika yang berbeda.
Di laboratorium Indonesia, senyawa ini digunakan oleh kelompok riset kimia anorganik, ilmu material, dan fotokimia, terutama pada penelitian sel surya tersensitisasi pewarna, fotokatalisis, serta pengembangan bahan berpori. Kemasan 100 mg sudah memadai karena penelitian pada bidang ini umumnya bekerja dengan larutan encer dan lapisan tipis yang hanya memerlukan bahan dalam jumlah kecil.
- Pewarna penyerap cahaya pada sel surya tersensitisasi pewarna: gugus asam karboksilat tunggal menambatkan molekul pada permukaan semikonduktor dengan orientasi yang terkendali.
- Fotosensitizer untuk pembangkitan oksigen singlet: keadaan tereksitasi berumur panjang memungkinkan pemindahan energi ke oksigen dalam penelitian fotokimia dan terapi fotodinamik.
- Pembangun kerangka logam-organik berbasis porfirin: gugus karboksilat berkoordinasi dengan pusat logam membentuk material berpori dengan sifat katalitik yang menarik.
- Sintesis metaloporfirin sebagai katalis: rongga pusat cincin dapat diisi berbagai ion logam untuk menghasilkan katalis oksidasi yang meniru kerja enzim alami.
- Fungsionalisasi permukaan dan nanopartikel: satu titik sambung karboksilat memudahkan pembentukan lapisan tunggal yang rapi pada material pendukung untuk kajian antarmuka.
| Merek | TCI |
|---|---|
| Nomor CAS | 95051-10-8 |
| Rumus molekul | — |
| Kemurnian | — |
| Kategori | Chemistry > Catalysis and Inorganic Chemistry > Nitrogen-Donor Ligands [Catalysis] |
| Ukuran kemasan | 100 mg |
| Bentuk fisik | padatan berwarna pekat pada suhu ruang |
| Penyimpanan | simpan di tempat sejuk, kering, dan terlindung dari cahaya |
Porfirin merupakan senyawa yang sangat peka terhadap cahaya, sehingga bahan ini harus disimpan dalam wadah aslinya yang tertutup rapat di tempat sejuk, kering, dan benar-benar terlindung dari cahaya. Botol kaca gelap atau wadah yang dibungkus aluminium foil sangat dianjurkan, baik untuk bahan padat maupun larutan kerja yang telah disiapkan. Karena hanya tersedia dalam kemasan kecil, gunakan spatula mikro yang bersih dan kering serta timbang pada neraca analitik di ruang bebas angin agar tidak ada bahan yang terbuang. Kenakan sarung tangan nitril, kacamata pelindung, dan jas laboratorium; hindari terhirupnya serbuk halus dan kelola limbah sesuai prosedur laboratorium.
—
