Langsung ke informasi produk
1 dari 1

TCI

CAS 21963-41-7

(1S,2S)-1,2-Cyclohexanedicarboxylic Acid, CAS 21963-41-7, TCI C1954

(1S,2S)-1,2-Cyclohexanedicarboxylic Acid, CAS 21963-41-7, TCI C1954

Identitas Kimia

No. CAS
21963-41-7
PubChem
CID 75315·SID 87558115
Rumus molekul
C8H12O4
Berat molekul
172.18 g/mol
Kemurnian
>98.0%(GC)(T)
Identifier lengkap (IUPAC, SMILES, InChIKey)
IUPAC
trans-(1S,2S)-cyclohexane-1,2-dicarboxylic acid
SMILES
C1CCC(C(C1)C(=O)O)C(=O)O
InChIKey
QSAWQNUELGIYBC-WDSKDSINSA-N
Harga reguler Rp 1.803.900,00
Harga reguler Rp 1.261.050,00 Harga obral Rp 1.803.900,00
Obral Habis
Biaya pengiriman dihitung saat checkout.
Berat
Jumlah
Pembayaran hanya melalui request quotation dan dilakukan setelah tim kami menghubungi Anda. Mohon cantumkan nomor WhatsApp aktif untuk konfirmasi pesanan & pembuatan invoice. Estimasi pengiriman 2-4 minggu setelah pembayaran.

Dokumen Keamanan & Mutu

CoA (Certificate of Analysis)

Spesifik per batch produksi — diterbitkan dan dikirim bersama barang sesuai nomor lot yang Anda terima.

Contoh CoA segera tersedia.

💬 Minta CoA via WhatsApp

Lihat detail lengkap

TCI C1954 (1S,2S)-1,2-Cyclohexanedicarboxylic Acid adalah asam dikarboksilat siklik kiral. Kedua gugus karboksilatnya terikat pada atom karbon bersebelahan di cincin sikloheksana dengan konfigurasi trans dan stereokimia absolut (1S,2S). Sebagai building block kiral, senyawa ini menyediakan kerangka sikloheksana yang kaku dengan dua pusat stereogenik yang terdefinisi. Di laboratorium, senyawa ini dipakai dalam sintesis asimetris, perancangan ligan kiral, resolusi optis, dan pengembangan material berstruktur kiral.

Senyawa ini dipilih karena simetri C2-nya yang khas pada banyak ligan dan auksiliari kiral, sehingga kedua gugus fungsinya setara secara kimia dan membantu menyederhanakan hasil reaksi. Kedua gugus karboksilatnya dapat diubah menjadi anhidrida, ester, amida, diol, atau diamina melalui transformasi standar, dan kerangka kiralnya tetap dipertahankan. Cincin sikloheksana yang relatif kaku menjaga orientasi ruang gugus-gugus tersebut. Hal ini penting dalam desain katalis, interaksi pengenalan molekuler, dan pembentukan garam diastereomer.

Di Indonesia, bahan ini relevan bagi peneliti kimia organik sintetik, katalisis asimetris, kimia koordinasi, dan ilmu polimer di universitas maupun lembaga riset. Bahan ini juga bermanfaat bagi tim R&D farmasi yang membutuhkan kerangka kiral siklik. Kemasan 1 g dan 5 g memungkinkan laboratorium memulai eksplorasi ligan atau rute sintesis dengan jumlah yang efisien sebelum memperbesar skala.

Brosur TCI (PDF)

  • Bahan awal ligan kiral bersimetri C2: kedua gugus karboksilat dapat diubah menjadi amida, oksazolina, atau diamina, yaitu kerangka umum ligan untuk katalisis asimetris berbasis logam.
  • Agen resolusi optis: sebagai diasam kiral, senyawa ini dapat membentuk garam diastereomer dengan amina rasemat, sehingga enansiomernya dapat dipisahkan melalui kristalisasi.
  • Penyusun kerangka logam-organik (MOF) kiral: gugus dikarboksilat berkoordinasi dengan ion logam, sedangkan kiralitasnya diwariskan ke kerangka untuk riset pemisahan atau katalisis enantioselektif.
  • Monomer poliester dan poliamida kiral: kerangka sikloheksana yang kaku dan berkiral memberikan sifat struktural khas pada polimer, sehingga menarik untuk riset material berfungsi optis.
  • Sintesis intermediat farmasi kiral: transformasi menjadi anhidrida, diol, atau diamina menghasilkan blok kiral siklik yang dapat dirakit ke dalam molekul kandidat obat.

Merek TCI
Nomor CAS 21963-41-7
Rumus molekul —
Kemurnian —
Kategori Chemistry > Asymmetric Synthesis > Chiral Building Blocks
Ukuran kemasan 1g, 5g
Bentuk fisik padatan
Penyimpanan wadah tertutup rapat, sejuk dan kering, mengikuti petunjuk label dan SDS

Simpan (1S,2S)-1,2-Cyclohexanedicarboxylic Acid dalam wadah asli yang tertutup rapat, di tempat sejuk, kering, dan berventilasi baik, jauh dari basa kuat dan oksidator kuat. Lindungi dari kelembapan agar bahan tidak menggumpal dan penimbangan tetap akurat. Untuk menjaga kemurnian enansiomernya, gunakan peralatan bersih dan hindari kontaminasi silang dengan enansiomer atau isomer lain. Saat menangani, kenakan sarung tangan, kacamata pengaman, dan jas laboratorium, dan hindari terhirupnya debu. Rujuk SDS sebelum digunakan dan buang limbah sesuai prosedur laboratorium.

—