1-(2-Cyanoethyl)-2-undecylimidazole adalah senyawa kimia yang digunakan sebagai bahan dasar dalam sintesis senyawa heterosiklik. Bahan ini sering ditemukan dalam berbagai reaksi kimia yang memerlukan pembentukan struktur heterosiklik kompleks. Dalam laboratorium, senyawa ini berperan sebagai komponen penting dalam pengembangan senyawa baru, terutama dalam bidang farmakologi dan kimia organik.
Senyawa ini memiliki struktur molekuler yang unik, dengan kehadiran gugus imidazol dan gugus sianetil yang memberikan sifat reaktif dan spesifik. Karakteristik ini membuatnya sangat diminati dalam reaksi substitusi dan pembentukan ikatan baru. Keberagaman reaktivitasnya memungkinkan senyawa ini digunakan dalam berbagai jenis reaksi kimia, baik dalam skala kecil maupun besar.
Di laboratorium Indonesia, senyawa ini digunakan dalam penelitian ilmiah dan pengembangan produk kimia. Banyak institusi penelitian dan universitas mengandalkan senyawa ini untuk eksperimen yang memerlukan senyawa heterosiklik dengan sifat reaktif tinggi. Ketersediaannya di pasar lokal memudahkan para peneliti untuk mengakses bahan yang diperlukan untuk eksperimen mereka.
- Sintesis senyawa heterosiklik kompleks untuk penelitian farmakologi
- Pengembangan obat baru melalui modifikasi struktur molekuler
- Reaksi kimia organik yang memerlukan bahan dasar reaktif
- Penelitian tentang aktivitas biologis senyawa kimia
- Eksperimen kimia untuk pendidikan tingkat universitas
| Merek | TCI |
|---|---|
| Nomor CAS | 23996-16-9 |
| Rumus molekul | — |
| Kemurnian | — |
| Kategori | Chemistry > Building Blocks > Heterocyclic Building Blocks |
| Ukuran kemasan | 25g |
| Bentuk fisik | Padat |
| Penyimpanan | Simpan dalam wadah tertutup dan jauh dari cahaya langsung |
Senyawa ini harus disimpan dalam wadah tertutup rapat dan jauh dari paparan cahaya langsung untuk mencegah degradasi. Penyimpanan dalam suhu ruang yang stabil sangat disarankan. Dalam penggunaan, pastikan untuk menggunakan alat pelindung diri seperti sarung tangan dan masker. Hindari kontak langsung dengan kulit dan mata, serta pastikan area kerja tetap bersih dan terkontrol untuk keselamatan laboratorium.
—
