Coenzyme Q10 atau ubiquinol adalah senyawa organik yang memiliki peran penting dalam proses metabolisme energi di dalam sel. Sebagai komponen kritis dari mitokondria, Coenzyme Q10 berfungsi sebagai akseptor elektron dalam rantai transport elektron, membantu menghasilkan ATP yang diperlukan untuk berbagai aktivitas seluler. Produk ini merupakan bahan kimia murni yang digunakan dalam penelitian terkait biokimia, fisiologi, dan farmakologi.
Coenzyme Q10 memiliki sifat stabil dan tidak mudah terurai dalam kondisi normal, sehingga cocok untuk digunakan dalam berbagai eksperimen laboratorium. Senyawa ini juga memiliki sifat lipid-soluble yang memungkinkannya untuk larut dalam pelarut organik seperti etil asetat atau kloroform. Karena sifat ini, Coenzyme Q10 sering digunakan dalam penelitian tentang reaksi kimia dan interaksi molekuler.
Di laboratorium Indonesia, Coenzyme Q10 digunakan dalam berbagai penelitian ilmiah, baik untuk studi dasar maupun terapan. Bahan ini sangat relevan dalam bidang biokimia, farmasi, dan bioteknologi, karena memungkinkan peneliti untuk memahami mekanisme kerja sel dan pengembangan obat baru.
- Penelitian metabolisme energi dalam sel untuk memahami fungsi mitokondria
- Pengujian aktivitas antioksidan dalam studi kesehatan dan penyakit degeneratif
- Eksperimen tentang efek Coenzyme Q10 terhadap aktivitas enzim tertentu
- Pengembangan obat yang memanfaatkan sifat antioksidan dan kebugaran sel
- Analisis konsentrasi Coenzyme Q10 dalam sampel biologis untuk penelitian medis
| Merek | TCI |
|---|---|
| Nomor CAS | 303-98-0 |
| Rumus molekul | — |
| Kemurnian | — |
| Kategori | Life Science > Biochemicals and Reagents > Terpenes |
| Ukuran kemasan | 100mg, 1g |
| Bentuk fisik | Padatan kristalin |
| Penyimpanan | Simpan dalam wadah tertutup rapat di tempat sejuk dan kering |
Coenzyme Q10 harus disimpan dalam wadah tertutup rapat untuk mencegah kontaminasi dan penguapan. Simpan di tempat sejuk dan kering, jauh dari paparan cahaya langsung dan sumber panas. Dalam penggunaan, pastikan menggunakan alat pelindung diri seperti sarung tangan dan masker untuk menghindari kontak langsung. Karena sifatnya yang tidak mudah terurai, bahan ini relatif stabil, tetapi tetap perlu dihandle dengan hati-hati untuk memastikan keamanan dan presisi eksperimen.
- Bhagavan dkk. (2007). Plasma coenzyme Q10 response to oral ingestion of coenzyme Q10 formulations. Mitochondrion doi:10.1016/j.mito.2007.03.003
- Bhagavan dkk. (2009). Plasma coenzyme Q10 levels following supplementation with various coenzyme Q10 products. The FASEB Journal doi:10.1096/fasebj.23.1_supplement.729.13
- GÜRKAN dkk. (2005). Coenzyme q10: koenzim q10. Ankara Universitesi Eczacilik Fakultesi Dergisi doi:10.1501/eczfak_0000000022
Referensi dihimpun otomatis dari Crossref dan setiap DOI diverifikasi keberadaannya. AMI Scientific tidak berafiliasi dengan penulis maupun penerbit.
