Langsung ke informasi produk
1 dari 1

TCI

CAS 117482-84-5

3-Chloro-4-fluorobenzonitrile TCI C2081

3-Chloro-4-fluorobenzonitrile TCI C2081

Identitas Kimia

No. CAS
117482-84-5
PubChem
CID 145525·SID 87559115
Rumus molekul
C7H3ClFN
Berat molekul
155.56 g/mol
Kemurnian
>98.0%(GC)
Basis data rujukan
ECHA
Identifier lengkap (IUPAC, SMILES, InChIKey)
IUPAC
3-chloro-4-fluorobenzonitrile
SMILES
C1=CC(=C(C=C1C#N)Cl)F
InChIKey
VAHXXQJJZKBZDX-UHFFFAOYSA-N
MDL
MDL00015431
Harga reguler Rp 823.200,00
Harga reguler Harga obral Rp 823.200,00
Obral Habis
Biaya pengiriman dihitung saat checkout.
Berat
Jumlah
Pembayaran hanya melalui request quotation dan dilakukan setelah tim kami menghubungi Anda. Mohon cantumkan nomor WhatsApp aktif untuk konfirmasi pesanan & pembuatan invoice. Estimasi pengiriman 2-4 minggu setelah pembayaran.

Dokumen Keamanan & Mutu

CoA (Certificate of Analysis)

Spesifik per batch produksi — diterbitkan dan dikirim bersama barang sesuai nomor lot yang Anda terima.

Contoh CoA segera tersedia.

💬 Minta CoA via WhatsApp

Lihat detail lengkap

TCI C2081 3-Chloro-4-fluorobenzonitrile merupakan turunan benzonitril dengan atom klorin pada posisi meta dan atom fluorin pada posisi para terhadap gugus siano. Susunan substituen ini menempatkannya sebagai salah satu building block terfluorinasi yang paling sering muncul dalam perancangan molekul obat modern. Bahan awal seperti ini dipakai laboratorium untuk memperpendek jalur sintesis, karena kerangka aromatik yang dibutuhkan sudah tersedia lengkap dengan gugus fungsi reaktif, sehingga peneliti dapat langsung fokus pada tahapan transformasi kunci alih-alih membangun cincin dari bahan yang lebih sederhana.

Sifat yang membuatnya banyak dipilih terletak pada posisi fluorin yang sejajar dengan gugus siano. Tarikan elektron dari gugus nitril membuat atom fluorin di posisi para menjadi sangat mudah digantikan oleh nukleofil, sehingga reaksi substitusi nukleofilik aromatik dapat berlangsung pada kondisi yang cukup ringan. Di sisi lain, ikatan karbon–klorin yang lebih lembam bertahan selama tahapan tersebut dan tetap tersedia untuk reaksi kopling silang berikutnya. Pola reaktivitas yang berurutan ini sangat dihargai dalam sintesis bertahap, dan gugus nitrilnya masih dapat diolah lebih lanjut menjadi berbagai gugus fungsi turunan sesuai kebutuhan rancangan molekul.

Laboratorium riset kimia organik dan farmasi di Indonesia umumnya memanfaatkan bahan ini pada proyek sintesis senyawa kandidat obat, penelitian tesis dan disertasi, serta kegiatan pengembangan metode reaksi baru. Ketersediaan kemasan 5 g dan 25 g memberi keleluasaan: ukuran kecil untuk penjajakan kondisi reaksi, dan ukuran lebih besar untuk pengulangan atau peningkatan skala sintesis. AMI Scientific menghadirkan produk TCI ini agar kebutuhan bahan awal bermutu di laboratorium dalam negeri lebih mudah terpenuhi.

Brosur TCI (PDF)

  • Substitusi nukleofilik aromatik terarah: fluorin di posisi para terhadap siano mudah digantikan amina atau alkoksida sehingga jalur sintesis menjadi lebih singkat.
  • Sintesis kandidat senyawa farmasi: kerangka aril nitril terhalogenasi sering menjadi inti struktur pada molekul bioaktif yang sedang dikembangkan tim kimia medisinal.
  • Reaksi kopling silang lanjutan: ikatan karbon–klorin yang tersisa setelah tahap substitusi dapat dimanfaatkan membentuk ikatan baru dengan katalis paladium atau nikel.
  • Prekursor amina benzilik: reduksi gugus nitril menghasilkan amina primer yang berguna sebagai penghubung dalam pembentukan amida dan sulfonamida.
  • Pengembangan bahan agrokimia: pola substitusi kloro dan fluoro pada cincin aromatik banyak diteliti untuk meningkatkan kestabilan serta selektivitas senyawa aktif.

Merek TCI (Tokyo Chemical Industry), kode produk C2081
Nomor CAS 117482-84-5
Rumus molekul —
Kemurnian —
Kategori Chemistry > Building Blocks > Fluorinated Building Blocks
Ukuran kemasan 5 g dan 25 g
Bentuk fisik padatan pada suhu ruang
Penyimpanan simpan pada tempat sejuk dan kering dalam wadah tertutup rapat

Bahan ini sebaiknya disimpan dalam wadah asli yang tertutup rapat di ruang penyimpanan bahan kimia yang sejuk, kering, dan memiliki sirkulasi udara memadai. Hindari penyimpanan berdekatan dengan bahan pengoksidasi kuat, asam kuat, maupun basa kuat. Gunakan sendok atau spatula bersih dan kering setiap kali mengambil bahan agar tidak terjadi kontaminasi silang, dan lakukan penimbangan di dalam lemari asam. Alat pelindung diri berupa sarung tangan nitril, kacamata pengaman, dan jas laboratorium wajib dikenakan. Bersihkan tumpahan segera dengan cara kering, kumpulkan pada wadah limbah berlabel, dan jangan membuang sisa bahan ke saluran air.

—