3-Chloro-2-fluorobenzonitrile adalah senyawa kimia yang digunakan sebagai bahan dasar dalam sintesis senyawa organik kompleks. Bahan ini memiliki struktur molekul yang terdiri dari cincin benzena dengan substituen kloro dan fluoro, serta gugus nitril. Dalam laboratorium, senyawa ini sering digunakan sebagai bahan pembangun (building block) untuk membangun senyawa dengan sifat tertentu, seperti senyawa obat, bahan kimia industri, atau senyawa dengan aktivitas biologis. Karena sifat kimianya yang stabil dan reaktivitas yang terkendali, 3-Chloro-2-fluorobenzonitrile menjadi pilihan yang tepat dalam berbagai reaksi kimia seperti substitusi nukleofilik, reaksi elektrofilik, atau reaksi katalitik. Senyawa ini juga memiliki daya tarik karena kemampuannya untuk berpartisipasi dalam reaksi yang menghasilkan produk dengan variasi struktur dan fungsi. Dalam konteks laboratorium di Indonesia, senyawa ini digunakan oleh para peneliti kimia, ilmuwan farmakologi, dan mahasiswa yang sedang meneliti senyawa dengan karakteristik tertentu. Bahan ini menjadi bagian penting dalam penelitian yang berfokus pada sintesis senyawa organik dan pengembangan produk kimia baru.
- Sintesis senyawa obat dengan struktur kompleks yang membutuhkan substituen halogen dan nitril
- Pengembangan bahan kimia industri yang memerlukan reaktivitas dan stabilitas tertentu
- Penelitian tentang senyawa dengan aktivitas biologis yang membutuhkan modifikasi struktur molekul
- Reaksi kimia untuk menghasilkan senyawa dengan sifat optik atau elektronik tertentu
- Pengujian katalis dalam reaksi kimia yang memerlukan substrat dengan kelarutan dan reaktivitas spesifik
| Merek | TCI |
|---|---|
| Nomor CAS | 94087-40-8 |
| Rumus molekul | — |
| Kemurnian | — |
| Kategori | Chemistry > Building Blocks > Fluorinated Building Blocks |
| Ukuran kemasan | 5g |
| Bentuk fisik | Padat |
| Penyimpanan | Simpan dalam wadah tertutup rapat di tempat sejuk dan kering |
Bahan ini harus disimpan dalam wadah yang kedap udara dan jauh dari sumber panas serta sinar matahari langsung. Karena sifat kimianya yang reaktif, senyawa ini harus ditangani dengan hati-hati, menggunakan alat pelindung diri seperti sarung tangan dan masker. Wadah penyimpanan harus terkunci dan terletak di area yang terpisah dari bahan kimia lain yang bersifat reaktif atau mudah terbakar. Penanganan harus dilakukan dalam ruangan yang terkontrol dan sesuai dengan standar keselamatan laboratorium.
—

