Langsung ke informasi produk
1 dari 1

TCI

CAS 2252-50-8

2-Chloro-5-fluorobenzoic Acid TCI C2088

2-Chloro-5-fluorobenzoic Acid TCI C2088

Identitas Kimia

No. CAS
2252-50-8
PubChem
CID 302888·SID 87558995
Rumus molekul
C7H4ClFO2
Berat molekul
174.56 g/mol
Kemurnian
>98.0%(GC)
Basis data rujukan
ECHA
Identifier lengkap (IUPAC, SMILES, InChIKey)
IUPAC
2-chloro-5-fluorobenzoic acid
SMILES
C1=CC(=C(C=C1F)C(=O)O)Cl
InChIKey
MIZKCMSSYVUZKD-UHFFFAOYSA-N
MDL
MDL00156967
Harga reguler Rp 955.500,00
Harga reguler Harga obral Rp 955.500,00
Obral Habis
Biaya pengiriman dihitung saat checkout.
Berat
Jumlah
Pembayaran hanya melalui request quotation dan dilakukan setelah tim kami menghubungi Anda. Mohon cantumkan nomor WhatsApp aktif untuk konfirmasi pesanan & pembuatan invoice. Estimasi pengiriman 2-4 minggu setelah pembayaran.

Dokumen Keamanan & Mutu

CoA (Certificate of Analysis)

Spesifik per batch produksi — diterbitkan dan dikirim bersama barang sesuai nomor lot yang Anda terima.

Contoh CoA segera tersedia.

💬 Minta CoA via WhatsApp

Lihat detail lengkap

TCI C2088 2-Chloro-5-fluorobenzoic Acid adalah asam benzoat tersubstitusi yang membawa atom klorin pada posisi orto dan atom fluorin pada posisi meta terhadap gugus karboksil. Senyawa ini tergolong building block terfluorinasi yang sangat sering dipakai sebagai bahan awal dalam sintesis organik, terutama karena gugus asam karboksilatnya merupakan salah satu gugus fungsi paling mudah diolah lebih lanjut. Kehadiran dua halogen berbeda pada cincin aromatik memberikan peneliti beberapa titik reaktif sekaligus, sehingga satu bahan awal dapat diarahkan menuju bermacam kerangka molekul turunan sesuai rancangan jalur sintesis.

Karakteristik yang menjadikannya pilihan utama adalah keluwesan gugus karboksil yang dapat diubah menjadi klorida asam, ester, amida, hidrazida, hingga berbagai cincin heterosiklik seperti oksadiazol dan benzoksazol. Posisi klorin yang berdekatan dengan gugus karboksil memberi kemungkinan reaksi siklisasi intramolekul yang berguna dalam pembentukan sistem cincin terkondensasi, sementara atom fluorin memberi pengaruh elektronik dan sifat fisikokimia yang banyak diminati dalam perancangan molekul obat. Sebagai padatan, bahan ini juga relatif mudah ditimbang, dimurnikan melalui rekristalisasi, dan disimpan dibandingkan bahan awal berbentuk cairan yang mudah menguap.

Di laboratorium Indonesia, bahan ini banyak digunakan pada penelitian sintesis senyawa heterosiklik, riset kimia medisinal, dan pengembangan metode amidasi maupun esterifikasi. Kemasan 5 g cocok untuk uji coba kondisi reaksi, sedangkan kemasan 25 g mendukung pengulangan percobaan maupun sintesis multi-tahap yang membutuhkan bahan awal lebih banyak. AMI Scientific menghadirkan produk TCI ini untuk memenuhi kebutuhan bahan sintesis di lingkungan akademik dan riset industri dalam negeri.

Brosur TCI (PDF)

  • Sintesis amida dan ester: gugus karboksilat mudah diaktifkan sehingga bahan ini menjadi pilihan praktis dalam pembentukan ikatan amida pada penelitian kimia medisinal.
  • Pembentukan cincin heterosiklik: asam karboksilat aromatik dapat diubah menjadi oksadiazol, benzoksazol, atau benzimidazol melalui reaksi kondensasi dan siklisasi terarah.
  • Sintesis senyawa antranilat terfluorinasi: posisi klorin orto memungkinkan penggantian oleh nukleofil nitrogen untuk membangun kerangka asam antranilat tersubstitusi.
  • Kajian pengaruh substituen fluorin: dipakai untuk mempelajari perubahan keasaman, kelarutan, dan kestabilan molekul akibat penempatan atom fluorin pada cincin aromatik.
  • Bahan awal reaksi kopling silang: ikatan karbon–klorin aromatik dapat dimanfaatkan membentuk ikatan baru dengan bantuan katalis logam transisi yang sesuai.

Merek TCI (Tokyo Chemical Industry), kode produk C2088
Nomor CAS 2252-50-8
Rumus molekul —
Kemurnian —
Kategori Chemistry > Building Blocks > Fluorinated Building Blocks
Ukuran kemasan 5 g dan 25 g
Bentuk fisik padatan pada suhu ruang
Penyimpanan simpan di tempat sejuk dan kering, terhindar dari kelembapan

Simpan bahan dalam wadah asli yang tertutup rapat pada tempat sejuk, kering, dan berventilasi baik, jauh dari basa kuat serta bahan pengoksidasi kuat. Karena bersifat asam, hindari penyimpanan berdekatan dengan logam yang mudah terkorosi dan pastikan tutup wadah selalu terpasang rapat agar serbuk tidak menyebar. Penimbangan sebaiknya dilakukan di dalam lemari asam dengan mengenakan sarung tangan nitril, kacamata pengaman, dan jas laboratorium, karena bahan ini dapat mengiritasi kulit, mata, dan saluran pernapasan. Bersihkan tumpahan secara kering, kumpulkan dalam wadah limbah berlabel, lalu tangani mengikuti prosedur pengelolaan limbah kimia laboratorium.

—