=====PRODUK 1=====
1-Chloroisoquinoline dengan nomor CAS 19493-44-8 adalah senyawa organik golongan heterosiklik yang tersusun atas kerangka cincin isokuinolin dengan atom klorin terikat pada posisi 1. Dalam laboratorium kimia, senyawa ini berperan sebagai building block atau blok bangunan sintesis yang sangat berharga, digunakan untuk membangun molekul yang lebih kompleks melalui berbagai reaksi substitusi, kopling silang, dan transformasi gugus fungsi. Sebagai turunan isokuinolin, senyawa ini menjadi bahan awal yang penting dalam riset kimia obat, kimia material, dan kimia organik sintetik. Kehadiran atom klorin yang reaktif menjadikannya titik serang yang strategis untuk modifikasi lanjutan, sehingga peneliti dapat memperkenalkan berbagai substituen seperti amina, eter, atau gugus aril pada kerangka isokuinolin sesuai tujuan sintesis.
Karakteristik utama yang membuat 1-Chloroisoquinoline dipilih di laboratorium adalah reaktivitas atom klorin pada posisi 1 yang relatif mudah digantikan melalui reaksi substitusi nukleofilik aromatik maupun reaksi kopling silang yang dikatalisis logam transisi. Kerangka isokuinolin sendiri merupakan struktur yang banyak dijumpai pada senyawa bioaktif alami dan obat-obatan, sehingga bahan ini menawarkan akses langsung ke kerangka farmakofor yang bernilai tinggi. Produk dari TCI dipasok dalam kualitas yang konsisten antarbatch, sehingga cocok untuk pekerjaan sintesis yang menuntut reproduktifitas hasil yang tinggi. Ketersediaan dalam varian 5 gram dan 25 gram memberi fleksibilitas bagi laboratorium dengan skala kerja berbeda, mulai dari uji coba reaksi skala kecil hingga preparasi senyawa dalam jumlah menengah.
Di Indonesia, senyawa ini lazim digunakan di laboratorium riset perguruan tinggi, lembaga penelitian kimia dan farmasi, serta laboratorium pengembangan di industri kimia halus. Peneliti Indonesia yang menggeluti sintesis senyawa heterosiklik, kimia medisinal, dan pengembangan kandidat obat memanfaatkannya sebagai bahan awal untuk membangun pustaka senyawa maupun memodifikasi struktur inti yang berpotensi aktif secara biologis. Ketersediaan melalui distributor alat dan bahan laboratorium dalam negeri memudahkan proses pengadaan, baik untuk kebutuhan penelitian fundamental maupun kolaborasi industri. Dengan penanganan yang tepat, senyawa ini dapat mendukung keberlanjutan program riset kimia organik dan kimia obat di tanah air.
Produk TCI terkait
- Sintesis senyawa heterosiklik — senyawa ini menjadi bahan awal untuk membangun turunan isokuinolin yang lebih kompleks melalui substitusi nukleofilik pada posisi 1, sehingga memperluas keragaman struktur yang dapat dieksplorasi peneliti.
- Reaksi kopling silang berkatalis logam — gugus klorin pada posisi 1 dapat berpartisipasi dalam reaksi kopling seperti Suzuki, Stille, atau Buchwald-Hartwig untuk menghasilkan senyawa biaril isokuinolin yang bernilai dalam kimia obat.
- Kimia medisinal dan penemuan obat — kerangka isokuinolin banyak terdapat pada senyawa bioaktif, sehingga bahan ini dipakai untuk mensintesis analog dan mengeksplorasi hubungan struktur-aktivitas terhadap berbagai target biologis.
- Pembuatan ligan dan material fungsional — turunan 1-kloroisokuinolin dapat diubah menjadi ligan, fluorofor, atau komponen material organik fungsional untuk studi kimia koordinasi dan pengembangan material.
- Pengembangan metodologi reaksi — senyawa ini digunakan sebagai substrat uji dalam pengembangan katalis baru, penemuan kondisi reaksi, serta studi mekanisme substitusi aromatik maupun aktivasi ikatan C-H.
| Merek | TCI (Tokyo Chemical Industry) |
|---|---|
| Nomor CAS | 19493-44-8 |
| Rumus molekul | — |
| Kemurnian | — |
| Kategori | Chemistry > Building Blocks > Heterocyclic Building Blocks |
| Ukuran kemasan | 5 g dan 25 g |
| Bentuk fisik | umumnya berupa padatan atau kristal |
| Penyimpanan | simpan dalam wadah tertutup rapat, terlindung dari cahaya dan kelembapan, di tempat sejuk dan kering |
Senyawa ini sebaiknya disimpan dalam wadah kaca atau plastik yang tertutup rapat, di tempat sejuk, kering, dan terlindung dari cahaya langsung agar kestabilannya terjaga. Hindari paparan berulang terhadap udara dan kelembapan yang dapat memicu degradasi bahan. Saat bekerja di laboratorium, gunakan sarung tangan, kacamata pelindung, dan jas laboratorium, serta kerjakan di dalam lemari asam bila memungkinkan karena senyawa ini merupakan bahan kimia organik yang perlu ditangani secara hati-hati. Pastikan wadah ditutup kembali segera setelah pengambilan sampel, dan gunakan spatula bersih untuk mencegah kontaminasi silang antarbahan. Perhatikan informasi keselamatan pada label dan lembar data keselamatan bahan (SDS) sebelum penggunaan pertama.
- Vidhya dkk. (2020). Molecular structure, aromaticity, vibrational investigation and dual descriptor for chemical reactivity on 1- chloroisoquinoline using quantum chemical studies. Results in Materials doi:10.1016/j.rinma.2020.100097
- Kim dkk. (2007). Synthesis of 6-chloroisoquinoline-5,8-diones and pyrido[3,4-b]phenazine-5,12-diones and evaluation of their cytotoxicity and DNA topoisomerase II inhibitory activity. Bioorganic & Medicinal Chemistry doi:10.1016/j.bmc.2006.09.040
Referensi dihimpun otomatis dari Crossref dan setiap DOI diverifikasi keberadaannya. AMI Scientific tidak berafiliasi dengan penulis maupun penerbit.

