Langsung ke informasi produk
1 dari 2

TCI

CAS 19493-44-8

1-Chloroisoquinoline TCI C2097

1-Chloroisoquinoline TCI C2097

Identitas Kimia

No. CAS
19493-44-8
PubChem
CID 140539·SID 87559052
Rumus molekul
C9H6ClN
Berat molekul
163.60 g/mol
Kemurnian
>98.0%(GC)
Suhu simpan
0-10°C
Basis data rujukan
ECHA
Identifier lengkap (IUPAC, SMILES, InChIKey)
IUPAC
1-chloroisoquinoline
SMILES
C1=CC=C2C(=C1)C=CN=C2Cl
InChIKey
MSQCQINLJMEVNJ-UHFFFAOYSA-N
MDL
MDL00024134
Harga reguler Rp 3.180.450,00
Harga reguler Harga obral Rp 3.180.450,00
Obral Habis
Biaya pengiriman dihitung saat checkout.
Berat
Jumlah
Pembayaran hanya melalui request quotation dan dilakukan setelah tim kami menghubungi Anda. Mohon cantumkan nomor WhatsApp aktif untuk konfirmasi pesanan & pembuatan invoice. Estimasi pengiriman 2-4 minggu setelah pembayaran.

Dokumen Keamanan & Mutu

CoA (Certificate of Analysis)

Spesifik per batch produksi — diterbitkan dan dikirim bersama barang sesuai nomor lot yang Anda terima.

Contoh CoA segera tersedia.

💬 Minta CoA via WhatsApp

Lihat detail lengkap

=====PRODUK 1=====

1-Chloroisoquinoline dengan nomor CAS 19493-44-8 adalah senyawa organik golongan heterosiklik yang tersusun atas kerangka cincin isokuinolin dengan atom klorin terikat pada posisi 1. Dalam laboratorium kimia, senyawa ini berperan sebagai building block atau blok bangunan sintesis yang sangat berharga, digunakan untuk membangun molekul yang lebih kompleks melalui berbagai reaksi substitusi, kopling silang, dan transformasi gugus fungsi. Sebagai turunan isokuinolin, senyawa ini menjadi bahan awal yang penting dalam riset kimia obat, kimia material, dan kimia organik sintetik. Kehadiran atom klorin yang reaktif menjadikannya titik serang yang strategis untuk modifikasi lanjutan, sehingga peneliti dapat memperkenalkan berbagai substituen seperti amina, eter, atau gugus aril pada kerangka isokuinolin sesuai tujuan sintesis.

Karakteristik utama yang membuat 1-Chloroisoquinoline dipilih di laboratorium adalah reaktivitas atom klorin pada posisi 1 yang relatif mudah digantikan melalui reaksi substitusi nukleofilik aromatik maupun reaksi kopling silang yang dikatalisis logam transisi. Kerangka isokuinolin sendiri merupakan struktur yang banyak dijumpai pada senyawa bioaktif alami dan obat-obatan, sehingga bahan ini menawarkan akses langsung ke kerangka farmakofor yang bernilai tinggi. Produk dari TCI dipasok dalam kualitas yang konsisten antarbatch, sehingga cocok untuk pekerjaan sintesis yang menuntut reproduktifitas hasil yang tinggi. Ketersediaan dalam varian 5 gram dan 25 gram memberi fleksibilitas bagi laboratorium dengan skala kerja berbeda, mulai dari uji coba reaksi skala kecil hingga preparasi senyawa dalam jumlah menengah.

Di Indonesia, senyawa ini lazim digunakan di laboratorium riset perguruan tinggi, lembaga penelitian kimia dan farmasi, serta laboratorium pengembangan di industri kimia halus. Peneliti Indonesia yang menggeluti sintesis senyawa heterosiklik, kimia medisinal, dan pengembangan kandidat obat memanfaatkannya sebagai bahan awal untuk membangun pustaka senyawa maupun memodifikasi struktur inti yang berpotensi aktif secara biologis. Ketersediaan melalui distributor alat dan bahan laboratorium dalam negeri memudahkan proses pengadaan, baik untuk kebutuhan penelitian fundamental maupun kolaborasi industri. Dengan penanganan yang tepat, senyawa ini dapat mendukung keberlanjutan program riset kimia organik dan kimia obat di tanah air.

  • Sintesis senyawa heterosiklik — senyawa ini menjadi bahan awal untuk membangun turunan isokuinolin yang lebih kompleks melalui substitusi nukleofilik pada posisi 1, sehingga memperluas keragaman struktur yang dapat dieksplorasi peneliti.
  • Reaksi kopling silang berkatalis logam — gugus klorin pada posisi 1 dapat berpartisipasi dalam reaksi kopling seperti Suzuki, Stille, atau Buchwald-Hartwig untuk menghasilkan senyawa biaril isokuinolin yang bernilai dalam kimia obat.
  • Kimia medisinal dan penemuan obat — kerangka isokuinolin banyak terdapat pada senyawa bioaktif, sehingga bahan ini dipakai untuk mensintesis analog dan mengeksplorasi hubungan struktur-aktivitas terhadap berbagai target biologis.
  • Pembuatan ligan dan material fungsional — turunan 1-kloroisokuinolin dapat diubah menjadi ligan, fluorofor, atau komponen material organik fungsional untuk studi kimia koordinasi dan pengembangan material.
  • Pengembangan metodologi reaksi — senyawa ini digunakan sebagai substrat uji dalam pengembangan katalis baru, penemuan kondisi reaksi, serta studi mekanisme substitusi aromatik maupun aktivasi ikatan C-H.

Merek TCI (Tokyo Chemical Industry)
Nomor CAS 19493-44-8
Rumus molekul —
Kemurnian —
Kategori Chemistry > Building Blocks > Heterocyclic Building Blocks
Ukuran kemasan 5 g dan 25 g
Bentuk fisik umumnya berupa padatan atau kristal
Penyimpanan simpan dalam wadah tertutup rapat, terlindung dari cahaya dan kelembapan, di tempat sejuk dan kering

Senyawa ini sebaiknya disimpan dalam wadah kaca atau plastik yang tertutup rapat, di tempat sejuk, kering, dan terlindung dari cahaya langsung agar kestabilannya terjaga. Hindari paparan berulang terhadap udara dan kelembapan yang dapat memicu degradasi bahan. Saat bekerja di laboratorium, gunakan sarung tangan, kacamata pelindung, dan jas laboratorium, serta kerjakan di dalam lemari asam bila memungkinkan karena senyawa ini merupakan bahan kimia organik yang perlu ditangani secara hati-hati. Pastikan wadah ditutup kembali segera setelah pengambilan sampel, dan gunakan spatula bersih untuk mencegah kontaminasi silang antarbahan. Perhatikan informasi keselamatan pada label dan lembar data keselamatan bahan (SDS) sebelum penggunaan pertama.

  • Vidhya dkk. (2020). Molecular structure, aromaticity, vibrational investigation and dual descriptor for chemical reactivity on 1- chloroisoquinoline using quantum chemical studies. Results in Materials doi:10.1016/j.rinma.2020.100097
  • Kim dkk. (2007). Synthesis of 6-chloroisoquinoline-5,8-diones and pyrido[3,4-b]phenazine-5,12-diones and evaluation of their cytotoxicity and DNA topoisomerase II inhibitory activity. Bioorganic & Medicinal Chemistry doi:10.1016/j.bmc.2006.09.040

Referensi dihimpun otomatis dari Crossref dan setiap DOI diverifikasi keberadaannya. AMI Scientific tidak berafiliasi dengan penulis maupun penerbit.