TCI C2105 3-Chloro-2-hydroxypropyl Methacrylate adalah monomer metakrilat fungsional yang membawa gugus kloro dan hidroksil pada rantai propil, dan disediakan dalam keadaan distabilkan dengan hidrokuinon sebagai penghambat polimerisasi. Senyawa ini berperan sebagai building block dalam kimia polimer maupun sintesis organik, karena memiliki dua jenis reaktivitas sekaligus, yaitu ikatan rangkap metakrilat yang dapat berpolimerisasi radikal dan gugus klorohidrin yang dapat dimodifikasi lebih lanjut. Kombinasi ini membuatnya sangat berguna untuk membuat polimer dengan gugus fungsi tertentu di rantai sampingnya.
Sifat yang membuatnya dipilih adalah keluwesan kimianya. Gugus hidroksil menyumbang kepolaran dan kemampuan membentuk ikatan hidrogen sehingga polimer hasilnya lebih mudah berinteraksi dengan permukaan polar maupun media berair. Atom klor pada posisi bersebelahan dengan hidroksil dapat digantikan oleh nukleofil atau diubah menjadi cincin epoksida dalam kondisi basa, membuka jalan menuju modifikasi lanjutan seperti pencangkokan gugus amina atau tiol. Kehadiran hidrokuinon menjaga monomer tetap dalam kondisi cair dan tidak berpolimerisasi sendiri selama penyimpanan, asalkan bahan disimpan pada suhu rendah dan terhindar dari cahaya serta panas berlebih.
Di Indonesia, bahan ini digunakan pada laboratorium riset polimer, laboratorium material dan pelapisan, serta pusat penelitian yang mengembangkan resin fungsional, membran, dan resin penukar ion. Kemasan 25 g cocok untuk percobaan awal dan optimasi resep polimerisasi, sedangkan kemasan 500 g mendukung kelompok riset yang menjalankan sintesis berulang atau menyiapkan bahan untuk uji karakterisasi yang membutuhkan sampel lebih banyak.
- Sintesis polimer fungsional: ikatan rangkap metakrilat berpolimerisasi radikal sementara gugus klorohidrin tetap tersedia untuk modifikasi kimia setelah rantai polimer terbentuk.
- Pembuatan resin penukar ion: gugus klor dapat disubstitusi oleh amina sehingga menghasilkan situs bermuatan yang berguna untuk pemisahan dan pemurnian.
- Modifikasi permukaan dan pelapisan: gugus hidroksil meningkatkan daya lekat lapisan pada substrat polar seperti kaca, logam, dan serat alami.
- Sintesis kopolimer hidrogel: kepolaran gugus hidroksil membantu menyerap air sehingga cocok untuk penelitian material penyerap dan pembawa zat aktif.
- Pembentukan zat antara epoksida: perlakuan basa mengubah gugus klorohidrin menjadi cincin oksiran yang reaktif terhadap berbagai nukleofil dalam sintesis lanjutan.
| Merek | TCI |
|---|---|
| Nomor CAS | 13159-52-9 |
| Rumus molekul | — |
| Kemurnian | — |
| Kategori | Chemistry > Building Blocks > Non-Heterocyclic Building Blocks |
| Ukuran kemasan | 25 g dan 500 g |
| Bentuk fisik | cairan, distabilkan dengan hidrokuinon (HQ) |
| Penyimpanan | simpan pada suhu dingin, terlindung dari cahaya dan panas |
Monomer ini harus disimpan pada suhu rendah, di tempat gelap dan berventilasi baik, dalam wadah aslinya yang tertutup rapat agar penghambat polimerisasi tetap bekerja efektif. Hindari pemanasan, paparan sinar matahari, dan kontak dengan radikal bebas, peroksida, maupun oksidator kuat karena dapat memicu polimerisasi tak terkendali yang menghasilkan panas. Jangan menyimpan bahan dalam waktu lama setelah kemasan dibuka, dan hindari mengembalikan sisa bahan ke wadah asli. Gunakan sarung tangan tahan bahan kimia, kacamata pelindung, dan jas laboratorium, serta bekerja di dalam lemari asam karena uapnya dapat mengiritasi mata dan saluran pernapasan. Bersihkan tumpahan dengan bahan penyerap inert.
—
