Langsung ke informasi produk
1 dari 1

TCI

CAS 80-15-9

Cumene Hydroperoxide (contains ca. 20% Aromatic Hydrocarbon) TCI C2223

Cumene Hydroperoxide (contains ca. 20% Aromatic Hydrocarbon) TCI C2223
Harga reguler Rp 903.000,00
Harga reguler Harga obral Rp 903.000,00
Obral Habis
Biaya pengiriman dihitung saat checkout.
Berat
Jumlah
Pembayaran hanya melalui request quotation dan dilakukan setelah tim kami menghubungi Anda. Mohon cantumkan nomor WhatsApp aktif untuk konfirmasi pesanan & pembuatan invoice. Estimasi pengiriman 4-5 minggu setelah pembayaran.

Dokumen Keamanan & Mutu

CoA (Certificate of Analysis)

Spesifik per batch produksi — diterbitkan dan dikirim bersama barang sesuai nomor lot yang Anda terima.

Contoh CoA segera tersedia.

💬 Minta CoA via WhatsApp

Lihat detail lengkap

TCI C2223 Cumene Hydroperoxide (mengandung sekitar 20% hidrokarbon aromatik) adalah reagen oksidasi golongan hidroperoksida organik yang menempati posisi penting dalam kimia sintesis modern. Senyawa ini dikenal luas sebagai perantara kunci pada proses kumena untuk produksi fenol dan aseton, sekaligus sebagai sumber radikal bebas yang efisien pada reaksi polimerisasi. Di laboratorium, kumena hidroperoksida dipakai untuk memasukkan atom oksigen ke dalam substrat organik, memulai reaksi berantai radikal, serta mempelajari mekanisme penataan ulang Hock. Kandungan hidrokarbon aromatik sebesar kurang lebih 20% berperan sebagai pengencer yang membuat penanganan bahan menjadi lebih terkendali.

Sifat yang membuat reagen ini dipilih adalah kemampuannya menghasilkan radikal alkoksi dan hidroksi pada suhu yang relatif moderat, sehingga cocok sebagai inisiator sistem redoks bersama garam logam transisi maupun amina. Sebagai hidroperoksida tersier, kumena hidroperoksida lebih stabil dibandingkan hidroperoksida primer atau sekunder, namun tetap cukup reaktif untuk berperan sebagai donor oksigen pada epoksidasi olefin terkatalisis logam dan pada oksidasi sulfida menjadi sulfoksida. Bentuknya yang cair memudahkan pengukuran volumetrik dan pencampuran ke dalam sistem reaksi, sementara pengenceran dengan hidrokarbon aromatik menurunkan risiko yang melekat pada peroksida organik pekat.

Laboratorium kimia organik, laboratorium polimer, serta pusat riset material di Indonesia umumnya menggunakan reagen ini pada penelitian skala gelas dengan jumlah pemakaian tidak besar per percobaan, sehingga kemasan 100 g cukup memadai untuk beberapa siklus penelitian. Perguruan tinggi dengan program studi teknik kimia dan kimia murni juga memanfaatkannya pada praktikum lanjutan mengenai reaksi radikal. AMI Scientific menghadirkan produk ini agar peneliti tanah air dapat mengakses reagen oksidasi bermutu dengan dokumentasi mutu yang jelas dan penanganan pengiriman yang tepat.

  • Inisiator polimerisasi radikal dan sistem redoks pada pembuatan resin serta polimer vinil, karena senyawa ini terurai menghasilkan radikal aktif pada suhu yang relatif mudah dikendalikan di laboratorium.
  • Reagen epoksidasi alkena dengan bantuan katalis logam transisi, sebab gugus hidroperoksida tersier mampu memindahkan atom oksigen secara selektif ke ikatan rangkap karbon-karbon.
  • Oksidasi sulfida menjadi sulfoksida atau sulfon pada sintesis organik, mengingat reagen ini bertindak sebagai donor oksigen yang efektif tanpa memerlukan kondisi reaksi yang terlalu ekstrem.
  • Studi penataan ulang Hock untuk memahami konversi kumena hidroperoksida menjadi fenol dan aseton, sehingga sangat berguna pada praktikum mekanisme reaksi dan riset proses industri.
  • Agen pengoksidasi pada penelitian degradasi oksidatif material dan uji ketahanan antioksidan, karena mampu menghasilkan spesies radikal yang meniru kondisi penuaan oksidatif secara terkendali.

Merek TCI (Tokyo Chemical Industry), kode produk C2223
Nomor CAS 80-15-9
Rumus molekul —
Kemurnian —
Kategori Chemistry > Synthetic Reagents > Oxidation [Synthetic Reagents]
Ukuran kemasan 100 g
Bentuk fisik cairan, mengandung kurang lebih 20% hidrokarbon aromatik sebagai pengencer
Penyimpanan simpan di tempat sejuk, jauh dari sumber panas, api, dan bahan yang tidak kompatibel

Kumena hidroperoksida termasuk peroksida organik sehingga penanganannya menuntut kedisiplinan tinggi. Simpan wadah asli dalam posisi tegak di lemari bahan kimia yang sejuk, berventilasi baik, terlindung dari cahaya matahari langsung, dan jauh dari sumber panas, percikan api, serta bahan pereduksi, asam kuat, basa kuat, maupun logam berat yang dapat memicu penguraian. Jangan sekali-kali menyimpannya berdekatan dengan bahan mudah terbakar. Gunakan lemari asam saat menuang atau menimbang, lengkapi diri dengan sarung tangan tahan bahan kimia, kacamata pengaman, dan jas laboratorium. Hindari benturan, gesekan, dan pemanasan berlebih. Jangan mengembalikan sisa reagen ke dalam wadah induk, dan olah limbah peroksida sesuai prosedur pengelolaan limbah B3 yang berlaku di institusi Anda.

  • Duh dkk. (1997). Runaway Hazard Assessment of Cumene Hydroperoxide From the Cumene Oxidation Process. Process Safety and Environmental Protection doi:10.1205/095758297528832
  • Zakoshansky (2011). Phenomenology of oxidation of a cumene feed containing hydroperoxide: I. Two paths of cumene hydroperoxide formation reaction. Russian Journal of General Chemistry doi:10.1134/s1070363211050082
  • Novgorodov dkk. (1991). Effects of the membrane potential upon the Ca2+‐ and cumene hydroperoxide‐induced permeabilization of the inner mitochondrial membrane. FEBS Letters doi:10.1016/0014-5793(91)81389-p

Referensi dihimpun otomatis dari Crossref dan setiap DOI diverifikasi keberadaannya. AMI Scientific tidak berafiliasi dengan penulis maupun penerbit.