6-Chloro-3(2H)-pyridazinone adalah senyawa kimia yang digunakan sebagai bahan dasar dalam sintesis senyawa heterosiklik. Senyawa ini memiliki struktur dasar pyridazin yang merupakan salah satu dari tiga heterosiklik aromatik yang paling umum. Dalam laboratorium, senyawa ini sering digunakan sebagai bahan bantu dalam reaksi kimia untuk membangun struktur kompleks. Karena sifat kimianya yang stabil dan reaktivitas yang terkendali, senyawa ini menjadi pilihan utama para peneliti dalam berbagai bidang ilmu kimia.
Senyawa ini memiliki sifat kimia yang memungkinkan reaksi substitusi dan reaksi lainnya dengan berbagai reaktif. Struktur heterosikliknya membuatnya sangat cocok untuk reaksi sintesis yang memerlukan pengaruh elektrofilik atau nukleofilik. Karena kemurnian tinggi dan konsistensi kualitas, senyawa ini sangat diminati dalam penelitian ilmiah dan pengembangan senyawa baru.
Di laboratorium Indonesia, senyawa ini digunakan dalam berbagai penelitian ilmiah, terutama dalam bidang farmasi, kimia organik, dan material. Karena ketersediaan dan kualitasnya, senyawa ini sering dipilih oleh para peneliti untuk mempercepat proses sintesis dan eksperimen kimia.
- Sintesis senyawa heterosiklik untuk pengembangan obat baru
- Reaksi kimia dalam penelitian farmakologi dan biokimia
- Pembuatan senyawa intermediet dalam produksi bahan kimia industri
- Penelitian tentang struktur dan sifat senyawa kompleks
- Pengujian aktivitas biologis senyawa baru
| Merek | TCI |
|---|---|
| Nomor CAS | 19064-67-6 |
| Rumus molekul | — |
| Kemurnian | — |
| Kategori | Chemistry > Building Blocks > Heterocyclic Building Blocks |
| Ukuran kemasan | 5g, 25g |
| Bentuk fisik | Padat |
| Penyimpanan | Simpan dalam wadah tertutup dan jauh dari paparan cahaya langsung |
Senyawa ini harus disimpan dalam wadah tertutup dan terlindungi dari paparan cahaya langsung untuk menjaga kualitasnya. Simpan dalam suhu kamar dan jauh dari bahan kimia yang bersifat oksidatif atau reduktif. Selama penyimpanan, pastikan wadah tidak terbuka dan tidak terkena kelembapan. Gunakan alat pelindung diri seperti sarung tangan dan masker saat menangani senyawa ini untuk mencegah kontak langsung dengan kulit atau mata.
—
