TCI C2379 1-(2-Chloroethyl)-1H-hexahydroazepine Hydrochloride adalah bahan baku sintesis berupa garam hidroklorida dari turunan azepana, yakni amina siklik beranggota tujuh, yang membawa rantai samping dua karbon berujung atom klor. Senyawa ini dirancang khusus untuk berperan sebagai pereaksi pengalkilasi yang memasang unit aminoetil bercincin tujuh ke dalam molekul target. Peran semacam ini banyak dibutuhkan dalam kimia medisinal, terutama ketika peneliti ingin menambahkan rantai samping basa pada kerangka aromatik atau fenolik untuk memperbaiki kelarutan maupun interaksi molekul dengan target biologisnya.
Bentuk garam hidroklorida menjadi alasan utama bahan ini dipilih dibandingkan basa bebasnya. Sebagai garam, senyawa jauh lebih stabil untuk disimpan dan ditimbang karena nitrogen amina terprotonasi sehingga tidak mudah bereaksi sendiri membentuk garam siklik antarmolekul. Ketika dibutuhkan, basa bebas dapat dibangkitkan di dalam labu reaksi dengan menambahkan basa yang sesuai, sehingga reaktivitas alkilasi muncul tepat pada saat diperlukan. Atom klor pada ujung rantai bertindak sebagai gugus pergi yang baik terhadap nukleofil seperti fenoksida, alkoksida, tiolat, maupun nitrogen amida, dan reaktivitasnya dapat ditingkatkan dengan penambahan garam iodida.
Laboratorium penelitian di Indonesia umumnya memakai bahan ini dalam sintesis senyawa uji di bidang kimia medisinal serta penelitian pengembangan bahan aktif skala riset di perguruan tinggi dan industri farmasi. Kemasan lima gram dan dua puluh lima gram sesuai dengan pola kerja laboratorium dalam negeri yang sering menjalankan reaksi berskala milimol berulang kali untuk optimasi. Ketersediaan bahan melalui jalur distribusi lokal juga mengurangi risiko tertundanya rangkaian sintesis multitahap yang biasanya sangat terikat jadwal.
- Alkilasi gugus fenol atau alkohol, karena rantai kloroetil mudah bereaksi dengan alkoksida dan fenoksida untuk membentuk eter beraminoetil yang bersifat basa.
- Pemasangan rantai samping basa pada molekul uji, sebab unit azepana meningkatkan sifat basa dan sering dipakai untuk mengatur profil fisikokimia senyawa.
- Alkilasi nitrogen amida dan heterosiklik, karena atom klor primer cukup reaktif terhadap nukleofil nitrogen setelah dideprotonasi dengan basa yang sesuai.
- Sintesis senyawa pembanding dalam riset kimia medisinal, mengingat banyak kerangka pembanding memerlukan rantai aminoetil siklik yang identik dan terdefinisi jelas.
- Kajian pengaruh ukuran cincin amina terhadap sifat molekul, karena cincin beranggota tujuh dapat dibandingkan langsung dengan analog piperidin maupun pirolidin.
| Merek | TCI (Tokyo Chemical Industry) |
|---|---|
| Nomor CAS | 26487-67-2 |
| Rumus molekul | — |
| Kemurnian | — |
| Kategori | Chemistry > Building Blocks > Heterocyclic Building Blocks |
| Ukuran kemasan | 5 g dan 25 g |
| Bentuk fisik | padatan berupa garam hidroklorida |
| Penyimpanan | simpan di tempat sejuk, kering, dan tertutup rapat |
Garam hidroklorida cenderung menarik uap air, sehingga wadah harus selalu ditutup rapat dan disimpan di tempat sejuk, kering, serta terlindung dari cahaya. Penyimpanan dalam desikator atau lemari berpengendali kelembapan sangat dianjurkan pada kondisi tropis. Tangani di dalam lemari asam dengan sarung tangan nitril, kacamata pelindung, dan jas laboratorium, sebab senyawa pengalkilasi harus diperlakukan dengan kehati-hatian tinggi dan dihindarkan dari kontak kulit maupun terhirup. Jauhkan dari basa kuat dan oksidator, serta buang limbahnya melalui jalur limbah kimia resmi.
—
