Carnosic Acid (TCI C2488) adalah senyawa alami yang digunakan dalam berbagai eksperimen ilmiah, terutama dalam bidang biokimia dan farmakologi. Bahan ini diperoleh dari daun sage (Salvia officinalis) dan memiliki struktur molekuler yang kompleks, membuatnya menjadi bahan penting dalam penelitian tentang aktivitas antioksidan, anti-inflamasi, dan efek farmakologis. Dalam laboratorium, Carnosic Acid sering digunakan sebagai bahan baku untuk sintesis senyawa lain atau sebagai bahan uji dalam penelitian kesehatan dan lingkungan.
Carnosic Acid memiliki sifat kimia yang stabil dan daya larut yang baik dalam pelarut organik, sehingga memudahkan proses pemrosesan dan penggunaannya dalam berbagai eksperimen. Karena sifat antioksidannya yang kuat, senyawa ini juga digunakan untuk menilai aktivitas radikal bebas dalam reaksi kimia atau dalam studi efek antiradikal bebas pada sel. Ketersediaannya dalam bentuk murni dan konsentrasi yang terukur membuatnya menjadi pilihan yang ideal untuk penelitian yang membutuhkan presisi dan akurasi.
Di laboratorium Indonesia, Carnosic Acid digunakan dalam berbagai penelitian terkait kesehatan, lingkungan, dan farmakologi. Bahan ini sering dipakai dalam studi tentang efek senyawa alami terhadap aktivitas enzim, pengujian toksisitas, serta dalam pengembangan obat herbal. Karena sifatnya yang potensial dan aplikasi yang luas, Carnosic Acid menjadi bahan yang sangat diminati oleh peneliti di berbagai institusi pendidikan dan penelitian di Indonesia.
- Penelitian tentang aktivitas antioksidan senyawa alami
- Uji efek farmakologis pada sistem biologis
- Pengembangan obat herbal berbasis bahan alami
- Studi tentang mekanisme anti-inflamasi pada sel
- Analisis kandungan senyawa aktif dalam ekstrak tumbuhan
| Merek | TCI |
|---|---|
| Nomor CAS | 3650-09-7 |
| Rumus molekul | — |
| Kemurnian | — |
| Kategori | Biochemicals and Reagents |
| Ukuran kemasan | 20mg, 100mg |
| Bentuk fisik | Padat, berbentuk serbuk |
| Penyimpanan | Simpan dalam wadah tertutup, jauh dari cahaya dan kelembapan |
Carnosic Acid harus disimpan dalam wadah yang kedap udara dan jauh dari sumber cahaya langsung untuk mencegah degradasi. Bahan ini sebaiknya disimpan dalam suhu kamar dan dihindari dari kelembapan berlebihan. Dalam penggunaan, pastikan wadah tetap tertutup rapat untuk mencegah kontaminasi dan penurunan kualitas. Penggunaan bahan ini harus dilakukan di bawah pengawasan yang ketat, terutama dalam lingkungan laboratorium yang memerlukan kehati-hatian terhadap bahan kimia.
- Tian dkk. (1997). An Expeditious Synthetic Route to Carnosic Acid Type Diterpenes. Synthetic Communications doi:10.1080/00397919708006096
- Theoduloz dkk. (2011). Gastroprotective Effect and Cytotoxicity of Carnosic Acid Derivatives. Planta Medica doi:10.1055/s-0030-1250648
- TIAN dkk. (1997). ChemInform Abstract: An Expeditious Synthetic Route to Carnosic Acid Type Diterpenes.. ChemInform doi:10.1002/chin.199732148
Referensi dihimpun otomatis dari Crossref dan setiap DOI diverifikasi keberadaannya. AMI Scientific tidak berafiliasi dengan penulis maupun penerbit.
