2-Chloroadenine adalah senyawa kimia yang termasuk dalam kategori heterosiklik, dan digunakan sebagai bahan dasar dalam sintesis senyawa kompleks. Senyawa ini memiliki struktur yang mengandung atom nitrogen dan karbon, sehingga menjadi bahan penting dalam reaksi kimia yang melibatkan pembentukan ikatan heterosiklik. Dalam laboratorium, bahan ini sering digunakan untuk menghasilkan senyawa dengan aktivitas biologis tertentu, seperti obat atau bahan kimia industri.
2-Chloroadenine memiliki sifat kimia yang stabil dalam kondisi tertentu, namun sangat sensitif terhadap kelembapan dan paparan sinar UV. Karena sifat ini, senyawa ini memerlukan penanganan yang hati-hati untuk mempertahankan kualitasnya. Ketersediaannya dalam bentuk padat memudahkan proses penggunaan dan penyimpanan, serta meminimalkan risiko kontaminasi.
Di laboratorium Indonesia, 2-Chloroadenine digunakan dalam penelitian kimia organik dan farmakologi. Bahan ini menjadi bagian dari eksperimen yang bertujuan mengembangkan senyawa baru dengan aktivitas tertentu. Karena kebutuhan akan senyawa heterosiklik yang spesifik, bahan ini sering dicari oleh peneliti yang bekerja di bidang kimia dan farmasi.
- Sintesis senyawa heterosiklik untuk pengembangan obat baru
- Reaksi kimia organik dalam pembuatan senyawa kompleks
- Penelitian farmakologi untuk mengidentifikasi senyawa dengan aktivitas biologis
- Pengujian katalis dalam reaksi kimia tertentu
- Pembuatan bahan kimia industri yang membutuhkan struktur heterosiklik
| Merek | TCI |
|---|---|
| Nomor CAS | 1839-18-5 |
| Rumus molekul | — |
| Kemurnian | — |
| Kategori | Chemistry > Building Blocks > Heterocyclic Building Blocks |
| Ukuran kemasan | 1g, 5g |
| Bentuk fisik | Padat |
| Penyimpanan | Simpan dalam wadah tertutup, jauh dari cahaya dan kelembapan |
2-Chloroadenine harus disimpan dalam wadah tertutup yang kedap udara, serta jauh dari paparan cahaya matahari langsung dan kelembapan tinggi. Wadah yang sesuai adalah botol kaca atau plastik yang tahan terhadap reaksi kimia. Selama penyimpanan, bahan ini harus ditempatkan di suhu kamar dan tidak terkena bahan kimia lain yang bersifat korosif. Penanganan harus dilakukan dengan sarung tangan dan alat pelindung lainnya untuk menghindari kontak langsung dengan kulit atau mata.
- Hentosh dkk. (1991). Effects of 2-chloroadenine substitution in DNA on restriction endonuclease cleavage reactions. Nucleic Acids Research doi:10.1093/nar/19.11.3143
- ERDOĞAN dkk. (2000). A CHLOROADENINE RIBOSIDE-TYPE NUCLEOSIDE FROM the MARINE SPONGE THEONELLA CUPOLA : DENİZ SÜNGERİ THEONELLA CUPOLA'DAN KLOROADENİN RİBOZİT TİPİ BİR NÜKLEOZİT. Ankara Universitesi Eczacilik Fakultesi Dergisi doi:10.1501/eczfak_0000000344
- Hentosh dkk. (1995). A human factor that recognizes DNA substituted with 2‐chloroadenine, an antileukemic purine analog. Molecular Carcinogenesis doi:10.1002/mc.2940130407
Referensi dihimpun otomatis dari Crossref dan setiap DOI diverifikasi keberadaannya. AMI Scientific tidak berafiliasi dengan penulis maupun penerbit.
