2-Amino-6-chloropurine adalah senyawa kimia yang termasuk dalam kategori heterociklik, dan digunakan secara luas dalam sintesis senyawa organik, terutama dalam pembuatan senyawa yang memiliki struktur purin. Senyawa ini sering digunakan sebagai bahan dasar dalam reaksi kimia yang memerlukan struktur heterosiklik kompleks. Dalam laboratorium, senyawa ini berperan sebagai bahan baku untuk sintesis senyawa bioaktif, termasuk obat-obatan dan senyawa farmakologis.
2-Amino-6-chloropurine memiliki sifat kimia yang stabil dalam kondisi tertentu, tetapi sangat reaktif terhadap berbagai kondisi kimia seperti suhu tinggi, katalis, dan pelarut organik. Senyawa ini memiliki struktur yang kompleks, sehingga memungkinkan reaksi substitusi dan reaksi lainnya yang beragam. Keunikan struktur heterosikliknya membuatnya menjadi pilihan utama dalam sintesis senyawa dengan aktivitas biologis.
Di laboratorium Indonesia, senyawa ini digunakan dalam penelitian kimia organik, terutama dalam bidang farmakologi dan biokimia. Banyak institusi penelitian dan universitas menggunakan senyawa ini sebagai bahan baku untuk eksperimen yang berkaitan dengan sintesis senyawa bioaktif dan studi aktivitas biologis.
Brosur TCI (PDF)
- Nucleosides, Nucleotides, Nucleic Acids and Related Reagents 2026-03-23 · hal. 10
- Sintesis senyawa farmakologis yang memerlukan struktur purin
- Reaksi kimia untuk pengembangan obat-obatan baru
- Penelitian biokimia dalam studi aktivitas enzim
- Eksperimen kimia organik untuk pembuatan senyawa heterosiklik
- Pengembangan senyawa antiviral dan antibakteri
| Merek | TCI |
|---|---|
| Nomor CAS | 10310-21-1 |
| Rumus molekul | — |
| Kemurnian | — |
| Kategori | Chemistry > Building Blocks > Heterocyclic Building Blocks |
| Ukuran kemasan | 1g, 5g |
| Bentuk fisik | Padat (kristal atau serbuk) |
| Penyimpanan | Simpan dalam wadah kedap udara dan jauh dari paparan cahaya |
Senyawa ini harus disimpan dalam wadah tertutup rapat dan jauh dari paparan cahaya langsung untuk mencegah degradasi. Penyimpanan dalam suhu kamar yang stabil sangat disarankan. Dalam penggunaan, pastikan untuk menggunakan alat pelindung diri seperti sarung tangan dan masker. Karena sifat kimia reaktif, senyawa ini harus ditangani dengan hati-hati dan dihindari kontak langsung dengan kulit atau mata.
—


