6-Chloropurine adalah senyawa kimia yang termasuk dalam kategori heterociklik, yang memiliki struktur dasar purin dengan substitusi klorin pada posisi 6. Bahan ini sering digunakan sebagai bahan baku dalam sintesis senyawa kompleks, terutama dalam bidang organik dan farmakologi. Dalam laboratorium, 6-Chloropurine berperan sebagai blok bangunan yang sangat penting untuk menghasilkan senyawa dengan aktivitas biologis tertentu. Banyak penelitian terkini mengandalkan senyawa ini sebagai langkah awal dalam pengembangan obat baru atau senyawa kimia dengan sifat khusus.
Karakteristik utama dari 6-Chloropurine adalah struktur molekulnya yang stabil dan reaktivitas yang dapat dikontrol. Senyawa ini memiliki kemampuan untuk berpartisipasi dalam berbagai reaksi kimia seperti substitusi, reduksi, dan reaksi nucleofili. Keunggulan utamanya adalah kemampuannya untuk beradaptasi dengan berbagai kondisi reaksi, sehingga memudahkan peneliti dalam merancang jalur sintesis yang efektif. Selain itu, keberadaannya dalam bentuk padat dan kemudahan dalam pemrosesan membuatnya menjadi pilihan yang praktis di laboratorium.
Di Indonesia, 6-Chloropurine digunakan secara luas dalam berbagai institusi penelitian dan industri farmasi. Bahan ini sering ditemukan dalam laboratorium kimia, farmasi, dan biokimia, terutama di universitas dan lembaga penelitian yang fokus pada pengembangan senyawa baru. Dengan sifat kimia yang unik, senyawa ini menjadi salah satu bahan yang sangat dibutuhkan dalam penelitian terapan di Indonesia.
- Sintesis senyawa farmakologis untuk pengembangan obat baru
- Penelitian tentang aktivitas biologis senyawa heterociklik
- Pengujian reaktivitas dalam reaksi kimia organik
- Produksi bahan baku untuk senyawa antijamur dan antiviral
- Pengembangan senyawa dengan sifat antioksidan atau antiinflamasi
| Merek | TCI |
|---|---|
| Nomor CAS | 87-42-3 |
| Rumus molekul | — |
| Kemurnian | — |
| Kategori | Chemistry > Building Blocks > Heterocyclic Building Blocks |
| Ukuran kemasan | 5g, 25g |
| Bentuk fisik | Padat |
| Penyimpanan | Simpan dalam wadah tertutup, jauh dari cahaya dan kelembapan |
6-Chloropurine harus disimpan dalam wadah tertutup rapat, jauh dari paparan cahaya dan kelembapan. Wadah yang sesuai adalah botol kaca atau plastik yang tahan terhadap reaksi kimia. Dalam laboratorium, bahan ini harus ditangani dengan hati-hati, menggunakan alat pelindung diri seperti sarung tangan dan masker. Karena sifat kimianya yang stabil, risiko reaksi berbahaya rendah, tetapi tetap perlu dihindari kontak langsung dengan kulit atau mata.
- Guo dkk. (2011). ChemInform Abstract: Microwave‐Irradiated C6‐Functionalization of 6‐Chloropurine Nucleosides with Various Mild Nucleophiles under Solvent‐Free Conditions.. ChemInform doi:10.1002/chin.201114208
- Han dkk. (2018). 2-Amino-6-chloropurine-modified polyamidoamine-mediated p53 gene transfection to achieve anti-tumor efficacy. New Journal of Chemistry doi:10.1039/c8nj01870g
- (2019). Abacavir/chloropurine. Reactions Weekly doi:10.1007/s40278-019-59176-x
Referensi dihimpun otomatis dari Crossref dan setiap DOI diverifikasi keberadaannya. AMI Scientific tidak berafiliasi dengan penulis maupun penerbit.
