2,6-Dichloropurine adalah senyawa kimia yang digunakan sebagai bahan dasar dalam sintesis senyawa heterosiklik. Bahan ini sering ditemukan dalam berbagai reaksi kimia yang melibatkan pembentukan struktur purin, yang merupakan bagian penting dari banyak molekul biologis seperti DNA dan RNA. Dalam laboratorium, senyawa ini digunakan untuk membangun senyawa kompleks yang memiliki aktivitas farmakologis atau fungsi biokimia tertentu.
2,6-Dichloropurine memiliki struktur kimia yang stabil dan reaktivitas yang cukup tinggi, sehingga cocok untuk berbagai reaksi substitusi dan reaksi kimia lainnya. Karena sifat kimianya yang spesifik, senyawa ini sering dipilih sebagai bahan baku dalam sintesis senyawa obat, pestisida, dan bahan kimia industri. Ketersediaannya dalam berbagai kemasan juga memudahkan penggunaan dalam skala kecil hingga menengah.
Di laboratorium Indonesia, senyawa ini digunakan dalam penelitian bidang farmasi, kimia organik, dan biokimia. Peneliti lokal sering memanfaatkan 2,6-Dichloropurine untuk mengembangkan senyawa baru yang memiliki potensi terapi medis atau aplikasi industri. Bahan ini menjadi bagian penting dalam proses penelitian yang bertujuan untuk inovasi dan pengembangan produk lokal.
Brosur TCI (PDF)
- Nucleosides, Nucleotides, Nucleic Acids and Related Reagents 2026-03-23 · hal. 10
- Reagents for Biological Research 2025-03-11 · hal. 60
- Sintesis senyawa obat dengan struktur purin yang kompleks
- Pengembangan pestisida dan bahan kimia pertanian
- Penelitian tentang mekanisme reaksi kimia heterosiklik
- Pembuatan bahan aktif farmakologis dalam penelitian obat
- Studi tentang aktivitas biologis senyawa purin derivatif
| Merek | TCI |
|---|---|
| Nomor CAS | 5451-40-1 |
| Rumus molekul | — |
| Kemurnian | — |
| Kategori | Chemistry > Building Blocks > Heterocyclic Building Blocks |
| Ukuran kemasan | 1g, 5g, 25g |
| Bentuk fisik | Padat (serbuk) |
| Penyimpanan | Simpan dalam wadah tertutup, jauh dari cahaya dan kelembapan |
2,6-Dichloropurine harus disimpan dalam wadah kaca atau plastik yang kedap udara, serta jauh dari sumber cahaya dan kelembapan untuk mencegah degradasi. Bahan ini bersifat kimia yang relatif stabil, tetapi tetap perlu dihindari kontak langsung dengan kulit atau mata. Dalam laboratorium, senyawa ini sebaiknya ditangani dengan alat pelindung seperti sarung tangan dan masker, serta dihindari penggunaan di area terbuka.
- Tumma dkk. (2010). N-Alkylation of 2,6-Dichloropurine Hydrochloride with a Variety of Alcohols over Alumina Catalyst. Synthetic Communications doi:10.1080/00397910903162791
- Vittori dkk. (1999). ChemInform Abstract: Coupling of 2,6‐Dichloropurine and 2,6‐Dichlorodeazapurines with Ribose and Ribose Modified Sugars. ChemInform doi:10.1002/chin.199941217
- Tumma dkk. (2010). ChemInform Abstract: N‐Alkylation of 2,6‐Dichloropurine Hydrochloride with a Variety of Alcohols over Alumina Catalyst.. ChemInform doi:10.1002/chin.201046163
Referensi dihimpun otomatis dari Crossref dan setiap DOI diverifikasi keberadaannya. AMI Scientific tidak berafiliasi dengan penulis maupun penerbit.


