7-Chloro-1-tetralone adalah senyawa kimia yang digunakan dalam berbagai reaksi sintesis organik. Bahan ini memiliki struktur dasar tetralone dengan substitusi klor pada posisi 7, sehingga menjadikannya sebagai bahan baku penting dalam pembuatan senyawa heterosiklik dan senyawa aromatik. Dalam laboratorium, senyawa ini sering digunakan sebagai bahan dasar untuk sintesis senyawa dengan aktivitas biologis, seperti obat-obatan atau bahan baku farmasi.
Karena struktur kimianya yang stabil dan reaktivitas yang baik, 7-Chloro-1-tetralone menjadi pilihan yang populer dalam berbagai reaksi kimia. Senyawa ini memiliki kelarutan yang baik dalam pelarut organik seperti etil asetat dan kloroform, sehingga memudahkan proses pemrosesan dan pemanfaatan dalam reaksi kimia. Sifat kimianya yang konsisten dan keandalan dalam reaksi membuatnya cocok untuk penggunaan dalam laboratorium yang membutuhkan presisi tinggi.
Di laboratorium Indonesia, 7-Chloro-1-tetralone sering digunakan dalam penelitian kimia organik, terutama dalam bidang farmasi dan sintesis senyawa kompleks. Bahan ini juga digunakan dalam pendidikan tinggi sebagai bahan pembelajaran untuk memahami mekanisme reaksi dan penggunaan bahan baku kimia. Ketersediaannya di pasar lokal membuatnya mudah diakses oleh peneliti dan mahasiswa yang membutuhkan bahan ini untuk eksperimen mereka.
- Sintesis senyawa heterosiklik untuk pengembangan obat-obatan
- Reaksi kondensasi untuk pembuatan senyawa aromatik kompleks
- Penelitian farmakologis untuk pengujian aktivitas biologis senyawa baru
- Pendidikan kimia organik sebagai bahan pembelajaran praktis
- Pengembangan bahan baku untuk industri kosmetik dan farmasi
| Merek | TCI |
|---|---|
| Nomor CAS | 26673-32-5 |
| Rumus molekul | — |
| Kemurnian | — |
| Kategori | Chemistry > Building Blocks > Non-Heterocyclic Building Blocks |
| Ukuran kemasan | 1g, 5g |
| Bentuk fisik | Padat berbentuk serbuk |
| Penyimpanan | Simpan dalam wadah tertutup dan jauh dari cahaya langsung |
7-Chloro-1-tetralone harus disimpan dalam wadah tertutup rapat dan jauh dari sumber cahaya langsung untuk mencegah degradasi. Bahan ini memiliki sifat kimia yang stabil, tetapi tetap perlu dihindari kontak langsung dengan kulit dan mata. Dalam laboratorium, bahan ini sebaiknya disimpan di tempat yang sejuk dan kering, serta dijauhkan dari bahan kimia yang bersifat reaktif. Penggunaan harus dilakukan dengan alat pelindung diri yang sesuai untuk memastikan keselamatan dan kesehatan kerja.
—
