TCI C3054 2-Chloro-1,4-phenylenediamine adalah senyawa aromatik yang memiliki dua gugus amina pada posisi para serta satu atom klor sebagai substituen tambahan pada cincin benzena. Senyawa ini termasuk building block non-heterosiklik, yakni bahan awal yang digunakan untuk merangkai molekul target melalui reaksi pada gugus fungsi aminanya. Kehadiran dua gugus amina menjadikan senyawa ini bersifat difungsional, sehingga sangat berguna dalam reaksi polikondensasi, pembentukan cincin heterosiklik, maupun sintesis senyawa berwarna yang memerlukan dua titik reaksi pada satu molekul.
Sifat yang membuatnya banyak dipilih adalah reaktivitas ganda dari kedua gugus amina yang dapat bereaksi dengan asam karboksilat, klorida asam, aldehida, maupun senyawa dikarbonil. Substituen klor pada cincin memberikan pengaruh elektronik yang menurunkan kerapatan elektron aromatik secara terkendali, sehingga sifat basa dan reaktivitas kedua amina dapat dibedakan dan dimanfaatkan untuk reaksi selektif. Atom klor juga menambah bobot serta karakter halogen pada produk akhir, yang kerap dimanfaatkan untuk mengatur warna, kelarutan, maupun stabilitas termal pada material hasil sintesis.
Di laboratorium Indonesia, senyawa fenilendiamina tersubstitusi digunakan pada penelitian polimer, pewarna, serta sintesis senyawa heterosiklik di lingkungan perguruan tinggi dan lembaga riset material. Kemasan yang lebih besar sesuai untuk percobaan polimerisasi yang memerlukan monomer dalam jumlah memadai. Perlu diperhatikan bahwa senyawa diamina aromatik mudah menggelap ketika terpapar udara lembap dan cahaya, sehingga tata kelola penyimpanan yang disiplin sangat menentukan keberhasilan percobaan.
- Monomer untuk sintesis polimer: kedua gugus aminanya memungkinkan reaksi polikondensasi dengan monomer dikarboksilat, sehingga terbentuk rantai poliamida atau poliimida dengan sifat termal yang menarik.
- Pembentukan cincin benzimidazol: reaksi diamina aromatik dengan asam karboksilat atau aldehida merupakan jalur klasik untuk menghasilkan kerangka heterosiklik yang banyak dipakai kimiawan medisinal.
- Sintesis pewarna dan zat warna azo: gugus amina dapat didiazotasi maupun dikopling, sehingga senyawa ini menjadi bahan antara dalam pembuatan pewarna dengan warna yang kuat.
- Riset material fungsional dan membran: senyawa difungsional ini dipakai membangun jaringan polimer bersambung silang yang dievaluasi sifat mekanik serta permeabilitasnya di laboratorium.
- Sintesis ligan untuk kompleks logam: kerangka diamina aromatik dapat dikembangkan menjadi ligan penyumbang nitrogen yang berguna dalam penelitian kimia koordinasi dan katalisis.
| Merek | TCI |
|---|---|
| Nomor CAS | 615-66-7 |
| Rumus molekul | — |
| Kemurnian | — |
| Kategori | Chemistry > Building Blocks > Non-Heterocyclic Building Blocks |
| Ukuran kemasan | 25g |
| Bentuk fisik | — |
| Penyimpanan | simpan tertutup rapat di tempat sejuk, kering, dan terlindung dari cahaya serta udara lembap |
- Kode produk: C3054
Simpan senyawa ini dalam wadah aslinya yang tertutup rapat dan ditempatkan di area sejuk, kering, serta berventilasi baik, terlindung dari cahaya langsung dan kelembapan udara. Diamina aromatik cenderung teroksidasi dan menggelap bila terpapar udara, sehingga pengaliran gas inert ke dalam wadah sebelum penutupan dapat membantu menjaga mutunya. Senyawa golongan ini umumnya bersifat iritan dan dapat menimbulkan sensitisasi kulit, sehingga sarung tangan nitril, kacamata pelindung, jas laboratorium, dan masker debu wajib digunakan. Lakukan penimbangan di dalam lemari asam, hindari kontak langsung, dan jauhkan dari bahan pengoksidasi kuat.
—
