TCI C3058 L-Carnitine Hydrochloride adalah bentuk garam hidroklorida dari L-karnitina, suatu senyawa amonium kuaterner alami yang berperan penting dalam metabolisme energi sel. Di dalam tubuh, L-karnitina bertugas mengangkut asam lemak rantai panjang menembus membran mitokondria agar dapat dioksidasi menjadi energi. Sebagai reagen laboratorium, bahan ini digunakan dalam penelitian biokimia, kajian metabolisme lipid, penyiapan media kultur sel, hingga pengembangan metode analisis dan formulasi nutrisi. Bentuk garam hidrokloridanya dipilih karena lebih mudah ditangani dibandingkan bentuk basa bebasnya yang sangat higroskopis.
Karakteristik yang membuat bentuk hidroklorida ini disukai adalah stabilitas penanganannya yang lebih baik serta kelarutannya yang tinggi dalam air, sehingga larutan stok dapat disiapkan dengan cepat untuk keperluan uji enzimatik maupun kultur sel. Sebagai senyawa kiral, bentuk L merupakan enansiomer yang aktif secara biologis, dan pemakaian bahan dengan konfigurasi yang tepat sangat menentukan validitas hasil penelitian metabolisme. Struktur zwitterionik pada kondisi netral memberikan sifat polar yang khas, memengaruhi perilaku kromatografinya dan menjadikannya analit yang menarik dalam pengembangan metode pemisahan.
Laboratorium biokimia, farmasi, gizi, dan pengujian mutu pangan di Indonesia memanfaatkan L-karnitina hidroklorida sebagai standar analisis maupun bahan penelitian suplementasi. Ketersediaan dua ukuran kemasan memudahkan penyesuaian antara kebutuhan analisis skala kecil dan percobaan yang memerlukan bahan lebih banyak. Karena senyawa ini menyerap uap air dari udara, penyimpanan pada wadah kedap dan ruang berpendingin sangat membantu menjaga akurasi penimbangan di laboratorium beriklim lembap.
- Penelitian metabolisme asam lemak: senyawa ini menjadi kofaktor kunci dalam transpor asil lemak ke mitokondria, sehingga sangat diperlukan pada percobaan oksidasi lipid seluler.
- Suplemen media kultur sel: penambahan L-karnitina membantu mendukung metabolisme energi sel yang dikultur, terutama pada model sel otot dan hati yang bergantung pada lipid.
- Standar analisis kromatografi: bahan bermutu tinggi ini digunakan sebagai pembanding pada metode HPLC atau LC-MS untuk kuantifikasi karnitina dalam sampel biologis maupun produk pangan.
- Uji aktivitas enzim karnitina asiltransferase: senyawa ini berperan sebagai substrat sehingga aktivitas enzim dapat diukur secara langsung dalam sistem uji laboratorium.
- Riset formulasi nutrisi dan suplemen: kelarutan air yang baik memudahkan pencampuran pada percobaan formulasi, sekaligus mendukung kajian stabilitas bahan aktif selama penyimpanan.
| Merek | TCI |
|---|---|
| Nomor CAS | 6645-46-1 |
| Rumus molekul | — |
| Kemurnian | — |
| Kategori | Life Science > Biochemicals and Reagents > Amino Acids |
| Ukuran kemasan | 5g, 25g |
| Bentuk fisik | — |
| Penyimpanan | simpan dalam wadah kedap di tempat sejuk dan kering, hindari kelembapan udara |
- Kode produk: C3058
Karena bersifat higroskopis, L-karnitina hidroklorida perlu disimpan dalam wadah aslinya yang tertutup sangat rapat, sebaiknya di dalam desikator atau lemari pendingin laboratorium yang kering. Biarkan wadah mencapai suhu ruang sebelum dibuka agar tidak terjadi pengembunan air pada permukaan serbuk, karena hal itu dapat memengaruhi ketepatan penimbangan. Gunakan sendok atau spatula yang bersih dan kering setiap kali mengambil bahan. Kenakan sarung tangan, kacamata pelindung, dan jas laboratorium sebagai praktik kerja yang baik, hindari menghirup serbuk halus, serta beri label lengkap pada setiap larutan stok yang disiapkan.
- Arrigoni-Martelli (1995). Acetyl-L-Carnitine Hydrochloride. Drugs of the Future doi:10.1358/dof.1995.020.10.318979
- Merra (2012). Propionyl-L-carnitine hydrochloride for treatment of mild to moderate colonic inflammatory bowel diseases. World Journal of Gastroenterology doi:10.3748/wjg.v18.i36.5065
- WATANABE dkk. (1991). High performance liquid chromatographic determination of carnitine hydrochloride in herbal liquores used as gastrointestinal medicines.. Eisei kagaku doi:10.1248/jhs1956.37.53
Referensi dihimpun otomatis dari Crossref dan setiap DOI diverifikasi keberadaannya. AMI Scientific tidak berafiliasi dengan penulis maupun penerbit.
