D-Carnitine adalah senyawa kimia yang digunakan dalam berbagai eksperimen kimia dan biokimia, terutama dalam penelitian terkait metabolisme lemak dan energi. Sebagai komponen penting dalam proses transportasi asam lemak ke mitokondria, D-Carnitine memiliki peran kritis dalam metabolisme sel. Produk ini sangat berguna untuk penelitian yang memerlukan senyawa dengan aktivitas biologis spesifik. Dalam laboratorium, senyawa ini sering digunakan sebagai bahan baku dalam sintesis senyawa lain atau untuk studi tentang efek fisiologis pada organisme.
D-Carnitine memiliki sifat kimia stabil dan mudah larut dalam pelarut organik, sehingga memudahkan dalam proses pemrosesan dan penggunaan di laboratorium. Bentuk padat dari senyawa ini memungkinkan penyimpanan yang lebih aman dan penggunaan yang lebih praktis. Karena sifatnya yang tidak beracun dan relatif aman, D-Carnitine sering dipilih sebagai bahan yang lebih ramah lingkungan dalam eksperimen kimia.
Dalam konteks laboratorium Indonesia, D-Carnitine digunakan secara luas dalam penelitian biomedis, farmakologi, dan nutrisi. Produk ini sangat relevan untuk institusi penelitian yang fokus pada studi metabolisme dan efek senyawa pada tubuh manusia. Dengan ketersediaan yang cukup, senyawa ini menjadi pilihan utama untuk penelitian yang memerlukan bahan dengan aktivitas biologis tertentu.
- Dalam penelitian metabolisme lemak, D-Carnitine digunakan untuk mempelajari proses transportasi asam lemak ke mitokondria.
- Senyawa ini cocok untuk eksperimen biokimia yang melibatkan sintesis senyawa aktif biologis.
- D-Carnitine sering digunakan dalam studi efek fisiologis pada organisme untuk menguji respons terhadap senyawa tertentu.
- Bahan ini dapat dimanfaatkan dalam pengembangan obat atau suplemen yang berhubungan dengan metabolisme energi.
- Dalam penelitian nutrisi, D-Carnitine digunakan untuk mengevaluasi dampak senyawa tertentu terhadap kesehatan tubuh.
| Merek | TCI |
|---|---|
| Nomor CAS | 541-14-0 |
| Rumus molekul | — |
| Kemurnian | — |
| Kategori | Chemistry > Chemical Biology > Peptide Chemistry |
| Ukuran kemasan | 250mg |
| Bentuk fisik | Padat (serbuk) |
| Penyimpanan | Simpan dalam wadah tertutup rapat dan jauh dari cahaya langsung. |
D-Carnitine harus disimpan dalam wadah tertutup rapat dan jauh dari sumber cahaya langsung untuk mempertahankan kualitasnya. Wadah yang sesuai adalah wadah kaca atau plastik yang tahan terhadap reaksi kimia. Dalam penanganan, pastikan untuk menggunakan alat pelindung diri seperti sarung tangan dan masker untuk menghindari kontak langsung. Senyawa ini tidak beracun, tetapi tetap perlu dihindari masuk ke dalam tubuh atau menghirupnya. Penyimpanan yang tepat akan memastikan keamanan dan efektivitas penggunaan D-Carnitine dalam eksperimen laboratorium.
- Nutrients Editorial Office (2018). Erratum: l-Carnitine Supplementation in Recovery after Exercise; Nutrients 2018, 10, 349. Nutrients doi:10.3390/nu10050541
- &NA; (2001). Propionyl carnitine is superior to pentoxifylline. Inpharma Weekly doi:10.2165/00128413-200113030-00034
- &NA; (1999). Propionyl-carnitine effective in intermittent claudication. Inpharma Weekly doi:10.2165/00128413-199912180-00026
Referensi dihimpun otomatis dari Crossref dan setiap DOI diverifikasi keberadaannya. AMI Scientific tidak berafiliasi dengan penulis maupun penerbit.
