7-Chloroquinoline adalah turunan kuinolina yang membawa satu atom klor pada posisi 7 cincin benzena. Kuinolina adalah heterosiklik aromatik bisiklik bernitrogen, dan kerangkanya muncul pada banyak senyawa bioaktif. Pola 7-kloro sendiri sangat dikenal dalam kimia obat antimalaria golongan aminokuinolina. Di laboratorium, senyawa ini berfungsi sebagai heterocyclic building block untuk membangun turunan kuinolina bersubstitusi, membuat senyawa pembanding, dan mengeksplorasi hubungan struktur-aktivitas dalam riset farmasi.
Senyawa ini dipilih karena menyediakan inti 7-kloroquinolina tanpa substituen lain yang mengganggu, sehingga peneliti leluasa menentukan posisi fungsionalisasi berikutnya. Atom nitrogen cincin dapat dioksidasi menjadi N-oksida, dialkilasi menjadi garam kuinolinium, atau berperan sebagai ligan logam. Atom klor pada cincin karbosiklik relatif stabil, tetapi dapat diaktifkan dalam kopling silang terkatalisis logam dengan kondisi yang sesuai. Karakter aromatik yang datar juga membuat turunan kuinolina menarik untuk studi interaksi dengan biomolekul.
Bagi laboratorium Indonesia, 7-Chloroquinoline relevan untuk riset kimia medisinal, terutama terkait penyakit tropis seperti malaria yang masih menjadi perhatian kesehatan di sejumlah wilayah. Kelompok riset farmasi, kimia organik sintesis, dan kimia koordinasi dapat memanfaatkannya. Kemasan 5g cocok untuk eksplorasi dan optimasi reaksi. Kemasan 25g lebih efisien untuk sintesis bertahap atau pembuatan seri analog dalam jumlah lebih besar.
Produk TCI terkait
- 6-Bromo-2-chloroquinoline-3-carboxaldehyde, CAS 73568-35-1, TCI B5242
- TCI B5166 65340-70-7 6-Bromo-4-chloroquinoline
- Ethyl 4-Chloroquinoline-3-carboxylate, CAS 13720-94-0, TCI E1201
- 2,6-Dichloroquinoline, CAS 1810-72-6, TCI D5429
- 4,8-Dichloroquinoline, CAS 21617-12-9, TCI D5094
- 4,6-Dichloroquinoline, CAS 4203-18-3, TCI D4627
- Riset analog antimalaria: inti 7-kloroquinolina adalah motif khas aminokuinolina, sehingga bahan ini berguna untuk merancang dan membandingkan turunan baru dalam studi struktur-aktivitas.
- Sintesis N-oksida dan garam kuinolinium: nitrogen cincin yang reaktif memungkinkan fungsionalisasi lanjutan yang mengubah reaktivitas posisi lain pada kerangka kuinolina.
- Kopling silang terkatalisis logam: atom klor aril dapat diaktifkan dengan sistem katalis yang tepat untuk membentuk ikatan karbon-karbon atau karbon-nitrogen baru.
- Kimia koordinasi: nitrogen heterosiklik kuinolina dapat menjadi ligan bagi ion logam transisi, sehingga bahan ini berguna untuk mempelajari kompleks logam baru.
- Senyawa pembanding analitik: struktur sederhananya cocok sebagai acuan identifikasi dalam kromatografi dan spektroskopi saat mengkarakterisasi turunan kuinolina hasil sintesis.
| Merek | TCI (kode produk C3085) |
|---|---|
| Nomor CAS | 612-61-3 |
| Rumus molekul | — |
| Kemurnian | — |
| Kategori | Chemistry > Building Blocks > Heterocyclic Building Blocks |
| Ukuran kemasan | 5g, 25g |
| Bentuk fisik | mengacu pada label dan sertifikat analisis produk |
| Penyimpanan | wadah tertutup rapat, tempat sejuk, kering, dan terlindung dari cahaya |
Simpan 7-Chloroquinoline dalam wadah aslinya yang tertutup rapat, di tempat sejuk, kering, berventilasi baik, dan terlindung dari cahaya langsung. Ikuti suhu penyimpanan yang tertera pada label. Turunan kuinolina dapat menimbulkan iritasi dan berbahaya bila tertelan atau terserap kulit, jadi tangani di lemari asam dengan sarung tangan nitril, kacamata pengaman, dan jas laboratorium. Jauhkan dari oksidator kuat dan asam kuat. Buang limbahnya sebagai limbah organik terhalogenasi sesuai prosedur laboratorium, dan baca SDS sebelum pemakaian.
- Asadollahi dkk. (2017). Synthesis and investigation of crystal structure and optical properties of brookite TiO2 nanoparticles capped with (2-chloroquinoline-3-yl) methanol. Journal of Molecular Structure doi:10.1016/j.molstruc.2016.09.032
- da Silva dkk. (2006). Standard molar enthalpies of formation of 2-chloroquinoline, 4-chloroquinoline, 6-chloroquinoline and 4,7-dichloroquinoline by rotating-bomb calorimetry. The Journal of Chemical Thermodynamics doi:10.1016/j.jct.2005.03.011
- Raj dkk. (2014). 1H-1,2,3-Triazole-tethered isatin-7-chloroquinoline and 3-hydroxy-indole-7-chloroquinoline conjugates: Synthesis and antimalarial evaluation. Bioorganic & Medicinal Chemistry Letters doi:10.1016/j.bmcl.2013.12.109
Referensi dihimpun otomatis dari Crossref dan setiap DOI diverifikasi keberadaannya. AMI Scientific tidak berafiliasi dengan penulis maupun penerbit.








