2-Chloro-3,5-dimethylpyrazine adalah senyawa kimia yang digunakan sebagai bahan dasar dalam sintesis senyawa heterosiklik kompleks. Senyawa ini memiliki struktur molekuler yang unik, terdiri dari cincin pyrazine dengan substituen klorin dan dua gugus metil pada posisi tertentu. Dalam laboratorium, senyawa ini sering digunakan sebagai bahan pembangun (building block) untuk menghasilkan senyawa dengan aktivitas biologis tertentu, seperti senyawa antijamur atau antikanker.
Karena struktur kimianya yang stabil dan kemampuannya untuk berikatan dengan berbagai gugus fungsional, 2-Chloro-3,5-dimethylpyrazine menjadi pilihan utama dalam reaksi kimia organik. Senyawa ini juga memiliki sifat reaktivitas yang dapat diatur melalui kondisi reaksi tertentu, sehingga memungkinkan sintesis senyawa dengan sifat spesifik yang diinginkan.
Di laboratorium Indonesia, senyawa ini digunakan secara luas dalam penelitian kimia organik, terutama dalam bidang farmakologi dan sintesis senyawa aktif. Para peneliti sering memanfaatkan senyawa ini untuk mengembangkan senyawa baru dengan potensi terapi medis atau aplikasi industri.
- Sintesis senyawa antijamur dengan struktur heterosiklik kompleks
- Pengembangan senyawa antikanker melalui modifikasi struktur kimia
- Penelitian farmakologi untuk mengeksplorasi aktivitas biologis senyawa baru
- Pembuatan bahan baku untuk senyawa aroma dan rasa dalam industri makanan
- Uji aktivitas farmakologis senyawa heterosiklik dalam skala laboratorium
| Merek | TCI |
|---|---|
| Nomor CAS | 38557-72-1 |
| Rumus molekul | — |
| Kemurnian | — |
| Kategori | Chemistry > Building Blocks > Heterocyclic Building Blocks |
| Ukuran kemasan | 1g |
| Bentuk fisik | Padat (serbuk) |
| Penyimpanan | Simpan dalam wadah tertutup rapat dan jauh dari paparan cahaya langsung |
Senyawa ini harus disimpan dalam wadah kaca atau plastik yang kedap udara dan jauh dari sumber cahaya langsung. Penyimpanan dalam suhu kamar yang stabil sangat dianjurkan. Saat menangani senyawa ini, pengguna harus menggunakan sarung tangan dan masker untuk menghindari kontak langsung. Selain itu, senyawa ini harus dihindari dari paparan panas dan kelembapan berlebihan untuk menjaga kualitas dan stabilitasnya.
—
