5-Chloro-2,3-diphenylpyrazine adalah senyawa kimia yang digunakan sebagai bahan dasar dalam sintesis senyawa heterosiklik. Senyawa ini memiliki struktur kompleks yang melibatkan atom nitrogen dan karbon, sehingga menjadi bahan penting dalam berbagai reaksi kimia. Dalam laboratorium, senyawa ini sering digunakan untuk menghasilkan senyawa dengan aktivitas biologis tinggi, seperti obat-obatan atau bahan kimia industri.
Karena struktur kimianya yang stabil dan reaktivitas yang terkendali, 5-Chloro-2,3-diphenylpyrazine menjadi pilihan utama dalam penelitian kimia organik. Senyawa ini memiliki sifat kimia yang memungkinkan reaksi substitusi dan reaksi kondensasi yang efisien. Ketersediaan dalam bentuk padat dan kemudahan dalam pemrosesan membuatnya cocok untuk penggunaan dalam berbagai skala eksperimen.
Di laboratorium Indonesia, senyawa ini digunakan dalam penelitian kimia murni dan terapan. Peneliti di berbagai institusi pendidikan dan lembaga riset sering memanfaatkan senyawa ini untuk mengembangkan senyawa baru yang memiliki potensi aplikasi medis, farmakologis, atau industri. Ketersediaannya di pasar lokal memudahkan akses bagi para peneliti yang membutuhkan bahan dasar ini.
- Sintesis senyawa heterosiklik untuk pengembangan obat-obatan
- Reaksi substitusi klor pada struktur pyrazine untuk modifikasi senyawa
- Penelitian tentang aktivitas biologis senyawa kimia baru
- Pengujian reaktivitas senyawa dalam berbagai kondisi kimia
- Pembuatan senyawa intermediet untuk industri farmasi dan kimia
| Merek | TCI |
|---|---|
| Nomor CAS | 41270-66-0 |
| Rumus molekul | — |
| Kemurnian | — |
| Kategori | Chemistry > Building Blocks > Heterocyclic Building Blocks |
| Ukuran kemasan | 1g, 5g |
| Bentuk fisik | Padat |
| Penyimpanan | Simpan dalam wadah tertutup rapat di tempat sejuk dan kering |
5-Chloro-2,3-diphenylpyrazine harus disimpan dalam wadah tertutup rapat untuk mencegah kontaminasi udara dan kelembapan. Wadah yang sesuai adalah botol kaca atau wadah plastik yang tahan terhadap reaksi kimia. Dalam penanganan, harus menggunakan alat pelindung diri seperti sarung tangan dan masker untuk mencegah paparan langsung. Bahan ini tidak beracun, tetapi tetap perlu dihindari kontak langsung dengan kulit atau mata.
—
