2-Chloro-10-(3-chloropropyl)-10H-phenothiazine adalah senyawa kimia yang digunakan sebagai bahan dasar dalam sintesis senyawa heterosiklik kompleks. Bahan ini memiliki struktur fenotiazin yang merupakan kerangka dasar untuk berbagai senyawa farmakologis dan industri. Dalam laboratorium, senyawa ini sering digunakan sebagai bahan bantu untuk pembuatan senyawa dengan aktivitas biologis tertentu.
Senyawa ini memiliki sifat kimia yang stabil dalam kondisi tertentu, namun sangat sensitif terhadap paparan sinar UV dan oksidasi. Karena struktur molekulnya yang kompleks, senyawa ini memerlukan proses pemrosesan yang hati-hati untuk memastikan kualitas dan keakuratan hasil. Karena sifatnya yang unik, senyawa ini menjadi pilihan utama dalam penelitian kimia organik dan farmakologi.
Di laboratorium Indonesia, senyawa ini digunakan dalam penelitian ilmiah yang berkaitan dengan sintesis senyawa aktif biologis. Banyak institusi penelitian dan universitas menggunakannya sebagai bahan dasar dalam proyek penelitian kimia dan farmasi. Ketersediaannya di pasar lokal memudahkan para peneliti untuk mengakses bahan yang diperlukan tanpa harus mengimpor dari luar negeri.
- Sintesis senyawa farmakologis dengan aktivitas antikanker
- Pengembangan obat baru melalui modifikasi struktur molekul
- Penelitian tentang mekanisme aksi senyawa heterosiklik
- Pembuatan senyawa intermediet untuk produksi bahan kimia industri
- Uji aktivitas biologis senyawa baru dalam laboratorium farmakologi
| Merek | TCI |
|---|---|
| Nomor CAS | 2765-59-5 |
| Rumus molekul | — |
| Kemurnian | — |
| Kategori | Chemistry > Building Blocks > Heterocyclic Building Blocks |
| Ukuran kemasan | 250mg, 1g |
| Bentuk fisik | Serbuk padat |
| Penyimpanan | Simpan dalam wadah tertutup rapat, jauh dari cahaya dan kelembapan |
Senyawa ini harus disimpan dalam wadah kedap udara dan jauh dari sumber cahaya UV untuk mencegah degradasi. Penyimpanan dalam suhu kamar yang stabil sangat disarankan. Karena sifat kimianya yang kompleks, senyawa ini harus ditangani dengan peralatan pelindung yang sesuai, seperti sarung tangan dan masker. Selalu pastikan area kerja tetap bersih dan terkontrol untuk menghindari kontaminasi atau reaksi tidak diinginkan.
—
