4-(4-Klorofenil)-3-metil-4-oksobutirat adalah senyawa kimia yang digunakan dalam berbagai reaksi sintetik di laboratorium. Bahan ini sering ditemukan dalam proses pembuatan senyawa organik kompleks, terutama dalam bidang kimia organik dan farmakologi. Sebagai building block, senyawa ini memiliki potensi untuk berpartisipasi dalam reaksi substitusi, reaksi reduksi, atau reaksi oksidasi. Dalam laboratorium, senyawa ini digunakan untuk membangun struktur molekul yang lebih kompleks, baik dalam penelitian maupun pengembangan produk baru.
Karena struktur kimianya yang spesifik, senyawa ini memiliki sifat reaktif yang menarik bagi para peneliti. Kloro pada rantai fenil dan gugus karboksilat memberikan kemungkinan reaksi yang beragam. Senyawa ini juga stabil dalam kondisi tertentu, sehingga memudahkan proses penyimpanan dan penggunaan dalam jangka waktu yang lebih lama. Karena sifatnya yang tidak heterosiklik, senyawa ini lebih mudah diprediksi perilakunya dalam reaksi kimia.
Di laboratorium Indonesia, senyawa ini digunakan dalam penelitian ilmiah, terutama di bidang kimia organik, farmasi, dan biokimia. Banyak institusi penelitian dan universitas menggunakan bahan ini untuk eksperimen yang memerlukan senyawa dengan struktur tertentu. Ketersediaannya di pasar lokal memudahkan para peneliti untuk melakukan eksperimen tanpa harus mengimpor bahan dari luar negeri.
- Dalam sintesis senyawa farmakologis, senyawa ini menjadi bahan dasar untuk membangun struktur aktif farmakologis.
- Dalam penelitian kimia organik, senyawa ini digunakan sebagai komponen dalam reaksi substitusi aromatik.
- Bahan ini sering digunakan dalam pengembangan senyawa baru yang memiliki aktivitas biologis tertentu.
- Dalam analisis struktur molekul, senyawa ini membantu dalam identifikasi senyawa kompleks melalui reaksi kimia.
- Senyawa ini juga digunakan dalam eksperimen untuk mempelajari mekanisme reaksi kimia tertentu.
| Merek | TCI |
|---|---|
| Nomor CAS | 52240-25-2 |
| Rumus molekul | — |
| Kemurnian | — |
| Kategori | Chemistry > Building Blocks > Non-Heterocyclic Building Blocks |
| Ukuran kemasan | 1g |
| Bentuk fisik | Padat |
| Penyimpanan | Simpan dalam wadah tertutup, jauh dari cahaya dan kelembapan |
Senyawa ini harus disimpan dalam wadah yang kedap udara dan terlindung dari cahaya matahari langsung. Penyimpanan dalam suhu kamar yang stabil sangat disarankan. Karena sifatnya yang reaktif, senyawa ini harus ditangani dengan hati-hati, menggunakan alat pelindung diri seperti sarung tangan dan masker. Pastikan wadah tidak terbuka dan tidak terpapar kelembapan untuk mencegah perubahan sifat kimia.
- Dacre dkk. (1993). p-Chlorophenyl Methyl Sulfide, p-Chlorophenyl Methyl Sulfoxide, and p-Chlorophenyl Methyl Sulfone. III. Toxicokinetics and Metabolism in Rats and Rhesus Monkeys. Journal of the American College of Toxicology doi:10.1177/109158189301200409
- Thake dkk. (1993). p-Chlorophenyl Methyl Sulfide, p-Chlorophenyl Methyl Sulfoxide, and p-Chlorophenyl Methyl Sulfone. II. Subchronic Effects in Rodents and Rhesus Monkeys. Journal of the American College of Toxicology doi:10.1177/109158189301200408
- Leber dkk. (1993). p-Chlorophenyl Methyl Sulfide, p-Chlorophenyl Methyl Sulfoxide, and p-Chlorophenyl Methyl Sulfone. I. Acute Toxicity and Bacterial Mutagenicity Studies. Journal of the American College of Toxicology doi:10.1177/109158189301200407
Referensi dihimpun otomatis dari Crossref dan setiap DOI diverifikasi keberadaannya. AMI Scientific tidak berafiliasi dengan penulis maupun penerbit.
