N-Carbobenzoxy-4-trans-hydroxy-L-proline Methyl Ester adalah senyawa kimia yang digunakan dalam berbagai aplikasi dalam bidang kimia organik dan biokimia. Senyawa ini sering ditemukan dalam penelitian terkait sintesis peptida dan modifikasi protein, terutama dalam studi tentang struktur dan fungsi molekul biologis. Dalam laboratorium, senyawa ini berperan sebagai bahan baku untuk pembuatan senyawa kompleks yang memiliki aktivitas biologis tertentu.
Senyawa ini memiliki struktur kimia yang kompleks, dengan gugus karboksilat yang terproteksi dan gugus hidroksil yang memiliki polaritas tinggi. Karakteristik ini membuatnya sangat cocok untuk reaksi kimia yang memerlukan kontrol presisi terhadap reaktivitas dan stabilitas senyawa. Selain itu, senyawa ini memiliki tingkat kemurnian yang tinggi, sehingga sangat diminati dalam penelitian yang membutuhkan akurasi dan konsistensi hasil.
Di laboratorium Indonesia, senyawa ini digunakan dalam penelitian biomedis, farmakologi, dan kimia organik. Peneliti di berbagai institusi pendidikan dan penelitian sering memanfaatkan senyawa ini untuk mengembangkan obat baru atau memahami mekanisme kerja protein. Ketersediaan senyawa ini mendukung inovasi ilmiah di sektor kesehatan dan bioteknologi nasional.
- Sintesis peptida untuk studi struktur protein
- Modifikasi kimia protein dalam penelitian biomedis
- Pengembangan senyawa obat baru dalam farmakologi
- Analisis kimiawi untuk identifikasi senyawa kompleks
- Penelitian tentang reaktivitas dan stabilitas molekul biologis
| Merek | TCI |
|---|---|
| Nomor CAS | 64187-48-0 |
| Rumus molekul | — |
| Kemurnian | — |
| Kategori | Chemistry > Chemical Biology > Peptide Chemistry |
| Ukuran kemasan | 1g |
| Bentuk fisik | Padat |
| Penyimpanan | Simpan dalam wadah tertutup rapat di tempat sejuk dan kering |
Senyawa ini harus disimpan dalam wadah tertutup rapat di tempat sejuk dan kering, menjauh dari paparan cahaya langsung dan sumber panas. Karena memiliki sifat kimia yang sensitif, sebaiknya dihindari kontak langsung dengan kulit dan mata. Gunakan alat pelindung diri seperti sarung tangan dan kacamata pelindung saat melakukan manipulasi. Pastikan area kerja tetap bersih dan terkontrol untuk mencegah risiko kontaminasi atau reaksi kimia yang tidak diinginkan.
—
