Copper(I) Thiocyanate (CTC) adalah senyawa kimia yang digunakan dalam berbagai eksperimen kimia, terutama dalam bidang katalisis dan kimia inorganik. Bahan ini memiliki struktur kimia yang unik dan berperan sebagai katalis dalam reaksi kimia tertentu. Dalam laboratorium, CTC sering digunakan untuk mempercepat reaksi kimia atau mengubah struktur molekul target. Karena sifatnya yang reaktif, senyawa ini juga digunakan dalam penelitian tentang kompleks logam transisi dan reaksi redoks.
Copper(I) Thiocyanate memiliki sifat kimia yang stabil dalam kondisi tertentu, tetapi sangat sensitif terhadap kelembapan dan oksidasi. Senyawa ini berbentuk padat dan berwarna putih atau kuning kecil tergantung pada kekotoran. Karena sifatnya yang reaktif, CTC memerlukan penanganan yang hati-hati untuk memastikan keamanan dan keakuratan hasil eksperimen.
Di laboratorium Indonesia, CTC digunakan secara luas dalam penelitian kimia murni dan terapan. Bahan ini menjadi pilihan utama untuk eksperimen yang memerlukan katalis dengan sifat unik, terutama dalam bidang katalisis dan kimia inorganik. Para peneliti di Indonesia sering mengandalkan CTC untuk memperoleh data yang akurat dan konsisten dalam berbagai studi kimia.
- Digunakan dalam sintesis senyawa kompleks logam transisi untuk mempercepat reaksi kimia.
- Cocok untuk eksperimen katalisis karena kemampuannya mengaktifkan reaksi redoks.
- Bermanfaat dalam studi tentang reaktivitas senyawa sulfur dalam lingkungan laboratorium.
- Dapat digunakan dalam analisis kualitatif untuk mengidentifikasi ion tembaga dalam larutan.
- Berguna dalam penelitian material inorganik yang memerlukan senyawa dengan sifat reaktif.
| Merek | TCI |
|---|---|
| Nomor CAS | 1111-67-7 |
| Rumus molekul | — |
| Kemurnian | — |
| Kategori | Chemistry > Catalysis and Inorganic Chemistry > Transition Elements |
| Ukuran kemasan | 25g, 250g |
| Bentuk fisik | Padat |
| Penyimpanan | Simpan dalam wadah kedap udara dan jauh dari kelembapan. |
Copper(I) Thiocyanate harus disimpan dalam wadah yang kedap udara dan jauh dari sumber kelembapan untuk mencegah reaksi oksidasi. Bahan ini sangat sensitif terhadap kelembapan, sehingga wadah harus ditutup rapat dan disimpan di tempat sejuk dan kering. Dalam penggunaan, pastikan area kerja bersih dan gunakan alat pelindung diri seperti sarung tangan dan masker. Hindari kontak langsung dengan kulit dan mata untuk meminimalkan risiko paparan.
- Kilmartin dkk. (1995). Mechanism of formation of copper thiocyanate on the copper anode. Journal of the Chemical Society, Faraday Transactions doi:10.1039/ft9959104403
- Tsetseris (2016). Copper thiocyanate: polytypes, defects, impurities, and surfaces. Journal of Physics: Condensed Matter doi:10.1088/0953-8984/28/29/295801
- Singh dkk. (2020). Phonon Dynamics and Transport Properties of Copper Thiocyanate and Copper Selenocyanate Pseudohalides. ACS Omega doi:10.1021/acsomega.0c03696
Referensi dihimpun otomatis dari Crossref dan setiap DOI diverifikasi keberadaannya. AMI Scientific tidak berafiliasi dengan penulis maupun penerbit.
