2-Chloro-6-nitrobenzaldehyde adalah senyawa kimia yang digunakan sebagai bahan dasar dalam sintesis senyawa kompleks, terutama dalam bidang kimia organik. Bahan ini memiliki struktur molekuler yang khas, dengan gugus aldehida dan substituen klorin serta nitro yang memberikan sifat reaktif yang tinggi. Dalam laboratorium, senyawa ini sering diaplikasikan untuk menghasilkan senyawa heterosiklik, obat-obatan, atau bahan kimia industri.
Karena struktur kimianya yang stabil dan reaktivitas yang tinggi, 2-Chloro-6-nitrobenzaldehyde menjadi pilihan utama dalam reaksi substitusi dan reaksi kondensasi. Senyawa ini juga memiliki sifat yang memungkinkan reaksi dengan berbagai reaktan seperti amina, alkohol, atau bahan pengoksidasi. Karena kemampuannya untuk berpartisipasi dalam berbagai jenis reaksi kimia, senyawa ini sangat diminati oleh para peneliti dan ilmuwan.
Di laboratorium Indonesia, 2-Chloro-6-nitrobenzaldehyde digunakan dalam penelitian kimia organik, pengembangan obat, dan produksi bahan kimia industri. Bahan ini sangat relevan dalam pendidikan dan penelitian di berbagai institusi, termasuk universitas dan lembaga riset.
Produk TCI terkait
- Sintesis senyawa heterosiklik untuk pengembangan obat-obatan
- Reaksi kondensasi dalam pembuatan senyawa aromatik kompleks
- Pengujian reaktivitas dalam studi mekanisme reaksi kimia
- Pembuatan bahan intermediet untuk industri kimia
- Analisis struktur molekuler melalui spektroskopi inframerah
| Merek | TCI |
|---|---|
| Nomor CAS | 6361-22-4 |
| Rumus molekul | — |
| Kemurnian | — |
| Kategori | Chemistry > Building Blocks > Non-Heterocyclic Building Blocks |
| Ukuran kemasan | 1g, 5g |
| Bentuk fisik | Padat berbentuk serbuk |
| Penyimpanan | Simpan dalam wadah tertutup rapat di tempat sejuk dan kering |
2-Chloro-6-nitrobenzaldehyde harus disimpan dalam wadah kaca atau plastik yang kedap udara, di tempat sejuk dan kering, serta jauh dari paparan sinar matahari langsung. Bahan ini bersifat reaktif dan harus ditangani dengan hati-hati, menggunakan alat pelindung diri seperti sarung tangan dan masker. Pemakaian harus dilakukan di area laboratorium yang terkontrol, dengan ventilasi yang memadai untuk mencegah paparan uap.
—
